Sabtu, 2 Agustus 2014 | 11:29 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Inilah Dampak Psikologis Siswa atas Kacaunya UN
Headline
Foto :IST
Oleh: Silviana Ramadhani
nasional - Rabu, 24 April 2013 | 14:42 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Kacaunya jadwal ujian nasional (UN) tingkat SMP membawa dampak psikologis terhadap siswa, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil. Hal ini disampaikan Benekdiktus Labre, pemerhati pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Ini akan memberikan dampak psikologis yang cukup besar pada para siswa, apalagi mereka yang tinggal di daerah terpencil seperti NTT. Ini sesuai dengan teori hukum belajar yakni hukum kesiapan (law of readiness)," jelas Ben yang dihubungi INILAH.COM melalui telepon, Rabu (24/4/2013).

Menurut dia, hukum kesiapan menjelaskan bahwa semakin siap suatu organisme memperoleh suatu perubahan tingkah laku, maka pelaksanaan tingkah laku tersebut akan menimbulkan kepuasan individu. Hukum ini menjelaskan, bagaimana seorang anak yang tertarik pada sesuatu akan cenderung mengerjakannya untuk mendapatkan kepuasan.

Masalahnya, lanjut Ben, jika muncul kecenderungan bertindak pada anak namun ia tidak melakukannya, maka timbullah rasa ketidakpuasan. Akibat rasa ketidakpuasan ini, anak akan melakukan tindakan lain untuk mengurangi atau meniadakan ketidakpuasannya. Pada kasus UN, hukum ini muncul melalui kekecewaan yang dirasakan anak-anak.

"Mereka akan merasakan kekecewaan yang dalam. Apalagi mereka sudah diasramakan atau dipondokkan selama beberapa hari di sekolah untuk mempersiapkan UN karena rumahnya jauh dari sekolah," ujar pria yang menyelesaikan pendidikan magister psikologinya di Universitas Indonesia tersebut.

Selain para siswa, jelas Ben, pihak-pihak lain yang terlibat dalam UN mulai dari guru sampai mereka yang bertugas di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga juga mengalami kekecewaan yang sama. "Karena di daerah terpencil butuh perjuangan ekstra untuk melaksanakannya (UN)," tegasnya.

Meski turut mengalami kekecewaan, Ben berpesan bahwa guru harus mampu membangun kembali kesiapan, semangat, dan rasa percaya diri siswa. "Sekarang tergantung gurunya, harus mampu membangun kembali kesiapan siswa," ujar Ben.

Apalagi, lanjut dia lagi, saat ini kawasan NTT dan sekitarnya tengah mendekati puncak musim panas. "Kasihan anak-anak yang ada di perbatasan Atambua dan TTU (Timor Tengah Utara). Kemarin mereka baru bisa melaksanakan UN pada jam tiga sore karena soal baru tiba di Kefa pada siang hari," ungkapnya. [yeh]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER