Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 31 Mei 2015 | 01:26 WIB
Hide Ads

Suap Makam, KPK Periksa Sekda Pemkab Bogor

Oleh : Firman Qusnulyakin | Selasa, 23 April 2013 | 11:18 WIB

Berita Terkait

Suap Makam, KPK Periksa Sekda Pemkab Bogor
inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus buru keterlibatan pihak lain dalam kasus suap pengurusan tanah makam yang menjerat Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Iyus Djuher. Hari ini KPK menjadwalkan pemeriksaan Sekretaris Daerah Pemkab Bogor Nurhayati untuk menguak praktik suap senilai Rp800 juta itu.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi," kata Kabag Informasi dan Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, Selasa (23/4/2013).

Selain sekda, KPK juga memanggil beberapa pejabat Pemkab Bogor yang diduga tahu perihal kasus ini. Mereka yakni Agung, ajudan Bupati Bogor, Burhanudin, kadis tata ruang, Rosaidi kadis kebersihan dan pertamanan, Adan Sutandar, kepala bappeda, Doni, kasubag asisten pemerintahan. Kelimanya akan diperiksa sebagai saksi untuk para tersangka.

Dalam kasus dugaan suap pengurusan lahan seluas 100 hektare di kawasan Tanjung Sari, Bogor, KPK telah menetapkan lima tersangka. Mereka yakni Ketua DPRD Kabupaten Bogor Iyus Djuher, Usep Jumeino, pegawai, Listo Wely Sabu, pegawai honorer, Nana Supriatna, pihak swasta, dan Sentot Susilo, direktur utama PT Garindo Perkasa.

Iyus, Usep, dan Willy dijerat pasal 12 ayat 2 huruf a dan atau b dan atau pasal 5 ayat 2 dan atau pasal 11 ayat 1 Undang-undang No.31/1999 sebagaimana diubah UU No.20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Sementara itu, Sentot Susilo dikenakan pasal 5 ayat 1 dan atau pasal 13 UU No.31/1999 sebagaimana diubah UU No.20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor. Sedangkan Nana dikenakan pasal 5 ayat 1 dan atau pasal 12, UU No.31/1999 sebagaimana diubah menjadi UU No.20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke 1. [yeh]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.