Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 1 Agustus 2015 | 12:44 WIB
Hide Ads

Inilah Kronologi Keributan TNI di Kantor DPP PDIP

Oleh : Agus Rahmat | Sabtu, 20 April 2013 | 23:34 WIB
Inilah Kronologi Keributan TNI di Kantor DPP PDIP
Ilustrasi - Ist

INILAH.COM, Jakarta - Puluhan anggota TNI membuat keributan di kantor DPP PDI Perjuangan, kawasan Lenteng Agung Jakarta Selatan pada Sabtu (20/4/2013) malam. Bagaimana ceritanya?

Politisi PDI Perjuangan, yang juga Ketua DPD PDI Jawa Barat TB Hasanuddin kepada INILAH.COM, menceritakan kejadiannya.

Dia menceritakan, kejadian bermula sekitar pukul 19.35 Wib. Seorang anggota Yon Zipur 13, ribut di sekitar POM bensin sebelah kantor DPP.

"Ribut dengan seorang pemuda dan kemudian anak ini melarikan diri di tengah keramaian pengajian," kata TB, Sabtu (20/4/2013) malam.

Anggota tersebut sempat kehilangan jejak. Karena terlalu ramai. Dia lantas kembali dengan membawa rekan-rekannya yang lain.

"Tentara itu kemudian mengundang teman-temannya dan secara bersamaan datang ke tempat kejadian untuk mencari anak muda itu," jelas Wakil Ketua Komisi I DPR ini.

Keributan dimulai dari sini. Beberapa anggota tersebut merengsek masuk ke area kantor DPP PDIP. "Beberapa orang masuk ke komplek DPP," katanya.

Keberadaan anggota ini tidak hanya mencari pemuda tadi. Malahan, anggota TNI ini justru melakukan tindak kekerasan dengan menggunakan senjata kepada para penjaga yang ada di kantor DPP.

"Sempat memukul seseorang yang sedang duduk-duduk dengan gagang sangkur," katanya.

Dia menjelaskan, melihat kejadian di area kantor ini, lalu pengawal Ketum Megawati lantas mengamankan 2 orang anggota ini.

"Kemudian 2 orang pelakunya (Pratu Rachmat dan Pratu Junaedi ) diamankan oleh walpri ibu Mega," jelasnya.

Setelah beberapa lama, pihak DPP menghubungi kesatuan terkait. Lalu, beberapa saat kemudian patroli Zipur 13 membawa anggota tersebut. [gus]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.