Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Mei 2015 | 12:45 WIB
Hide Ads

SBY: Sekarang Banyak Orang Galau Hadapi Politik

Oleh : Agus Rahmat | Kamis, 18 April 2013 | 12:11 WIB
SBY: Sekarang Banyak Orang Galau Hadapi Politik
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono - Inilah.com/Ardhy Fernando

INILAH.COM, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, sekarang ini banyak orang menjadi galau dalam menghadapi masalah politik. Semua harus dihadapi baik suksesi politik maupun ekonomi.

SBY mengatakan hal itu pada acara HIPMI bertajuk Indonesian Young Leaders Forum 2013 "Bersama Menjaga Stabitas Nasional Dalam Menyambut ASEAN Economic Community 2015", di Jakarta, Kamis (18/4/2013).

Menurut SBY, walau menghadapi pesta politik 2014 dan 2015 ASEAN Economic Community, namun jangan terlena dengan politik. "Jangan karena masalah politik banyak orang menjadi galau," tuturnya.

Untuk itu, ketua umum Partai Demokrat tersebut berharap HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) menghadirkan para capres selain mengundang dirinya sebagai presiden.

"Niat kami baik kalau beliau-beliau hadir bisa ikut mikir bersama. Dan jika salah satu akan memimpin, maka kebijakan dan strategi akan jauh lebih dekat karena mendengar apa yang dirasakan rakyat dan pengusaha muda," jelas preisiden.

Dia menjelaskan, tahun-tahun politik di 2013 dan 2014 menuntut pemimpin berikutnya untuk paham juga dengan kebijakan ekonomi yang berkesinambungan. Jangan sampai terputus akibat pergantian kepemimpinan bangsa.

"Ada 36 capres, maka bagus kalau diundang beliau-beliau dengan niat dan tujuan yang baik," ujar presiden.

Sementara itu, Ketua Umum DPP HIPMI Raja Sapta Oktohari mengatakan, kalau kebijakan politik akan menghasilkan politik, maka kebijakan ekonomi harus menghasilkan keputusan ekonomi juga.
"Pesta demokrasi 2014 dan ASEAN Economic Community tetap harus kita hadapi," katanya. [yeh]

Tag :

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.