Sabtu, 26 Juli 2014 | 10:06 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Indikasi Korupsi Partai Politik Masih Menonjol
Headline
foto:ilustrasi
Oleh: Herdi Sahrasad
nasional - Selasa, 16 April 2013 | 18:19 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Kehendak rakyat agar pemerintahan yang bersih bisa terwujud, masih terkendala ulah partai politik yang tidak transparan. Indikasi praktik korupsi oleh partai politik (parpol) begitu besar.

Sejauh ini, banyak parpol yang tidak transparan dalam membeberkan pendanaannya. Bagaimanapun, partai yang dikelola tidak transparan dan akuntabel melahirkan calon-calon pemimpin yang korup.

“Akibatnya, demokrasi hanya memberikan kekuasaan kepada mereka yang bisa melakukan korupsi," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Transparency International Indonesia (TII) Dadang Trisangko.

Hasil survei tentang Indeks Transparansi Pendanaan Partai Politik (Parpol) oleh TII, di Jakarta, Selasa (16/4), menyingkapkan bahwa, dari sembilan parpol di parlemen hanya lima parpol yang bersedia disurvei. Sementara empat lainnya tidak memenuhi kategori persyaratan survei, yakni parpol harus bersedia membuka diri, mengikuti proses assessment, dan melakukan audiensi.

TII melakukan survei pada Juni 2012-April 2013 dengan metode survei pengumpulan data secara kuantitatif, mengacu pada kuisioner yang didukung wawancara mendalam dengan informan kunci antara lain Bendahara Umum DPP parpol. Proses pengambilan data dilakukan berkali-kali demi pendalaman observasi.

TII juga meneliti buku laporan keuangan partai politik lima tahun terakhir, buku laporan keuangan kampanye legislatif 2009 dan 2004, identitas penyumbang dan bentuk sumbangan untuk parpol dan laporan realisasi anggaran di partai. TII juga meneliti Anggaran Dasar parpol yang mencantumkan laporan keuangan dan jumlah dana yang diperoleh dari APBN.

Dua parpol yang memiliki kursi terbanyak di parlemen, Golkar dan Partai Demokrat tidak kooperatif. Begitu juga dengan PKS yang memiliki jumlah kursi sedang di DPR tidak kooperatif dalam keterbukaan informasi dana keuangan parpol. Sementara PPP hanya membuka diri untuk audiensi.

Hasil survei mengungkap, hanya PDI-P, PAN, Gerindra, PKB, dan Partai Hanura yang dianggap sangat kooperatif dalam survei yang digelar antara TII bekerjasama dengan Komisi Informasi Pusat (KIP) itu.

Hasil survei menunjukkan dari lima partai yang menjalani survei hanya Gerindra, PAN, dan PDI-P yang menempati kategori Transparans dengan skor 3,00. Sementara PKB dan Hanura dinilai belum transparans karena memiliki skor dibawah 3,00.

Akuntabilitas dan transparansi keuangan parpol sangat krusial dalam membangun kehidupan politik yang bersih dari korupsi. Sayang bahwa partai politik yang besar (Demokrat dan Golkar) tidak akuntabel dan tidak transparan, suatu contoh buruk, yang sebaiknya tidak terulang lagi di masa depan. [berbagai sumber]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER