Kamis, 21 Agustus 2014 | 17:10 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Wabup Malang Seperti Kacang Lupa Kulitnya
Headline
Wakil Bupati Malang, Achmad Subhan - Ist
Oleh:
nasional - Selasa, 16 April 2013 | 11:11 WIB

INILAH.COM, Malang - Loncatan politik yang dilakukan Wakil Bupati Malang, Achmad Subhan terus memantik polemik. Sebagai orang nomer dua di Kabupaten Malang, Subhan sukses memenangi pilkada dengan menumpang gerbong Partai Demokrat pada 2009.

Saat itu, Demokrat berkoalisi dengan Partai Golkar hingga pasangan Rendra Kresna dan Achmad Subhan, sukses mengalahkan kandidat Mochammad Geng Wahyudi yang diusung PDI Perjuangan bersama wakilnya dari PKB H Abdurrahman.

Peta politik pun berubah. Tiga tahun menjabat Wabup, Subhan secara mengejutkan justru berpindah partai. Ironisnya, tanpa memberikan surat pengunduran diri sebagai Pengurus DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Subhan sudah meloncat ke Partai Gerindra pimpinan Prabowo Subianto.

Tak tanggung-tanggung, Subhan pun didapuk mengendalikan lokomotif Gerindra dengan menjabat Ketua DPC Gerindra Kabupaten Malang. Bahkan, Subhan pun berpendapat dirinya tak harus mundur sebagai Wabup Malang karena dirinya, dipilih langsung oleh rakyat.

Menanggapi ini, Sekretaris Majelis Pertimbangan Daerah dari DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Joshua Sebayang menilai Wabup Malang tak punya etika dan moral politik. "Apa yang dikatakan Wabup Malang itu seperti argumentasi politik kibul-kibulan saja. Mau ngibul, tapi gak tahu caranya. Ini sangat naif sekali," tegas Joshua, Selasa (16/4/2013).

Menurutnya, soal wabup dipilih rakyat dan tidak harus mundur, adalah pernyataan yang lucu. Pemilihan langsung seperti pilkada, siapapun tahu bahwa yang memilih itu rakyat.

"Jangan lupa, bahwa rakyat punya kesempatan memilih saudara karena ada partai yang mencalonkan saudara wabup. Sehingga, selain bertanggung jawab pada rakyat, secara moral dan etika bertanggung jawab pula pada partai yang mencalonkan saudara," terangnya.

Ia melanjutkan, jika Wabup Malang menganggap lucu masalah etika moral kepartaian, maka bisa diibaratkan seperti balita yang baru saja dilahirkan. "Wabup lupa akan rahim yang melahirkannya. Seperti kacang lupa kulitnya," tutur Joshua.

Dia menambahkan, secara keseluruhan, Partai Demokrat tidak akan menghalangi Subhan untuk loncat politik. Demokrat bahkan sangat ikhlas kehilangan posisi Wakil Bupati Malang dalam koalisi dengan Partai Golkar. Hanya saja, sebagai manusia yang berakhlak, pihaknya meminta semua pihak merenung dulu.

"Mari kita sama-sama renungkan saja. Apakah hal demikian itu sudah sepatutnya ataukah tidak, semua kembali kepada diri kita masing-masing," katanya. [beritajatim]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER