Kamis, 28 Agustus 2014 | 02:10 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Terlantarkan Anak, Bupati OKUT Diadukan Ke Polis
Headline
(Foto: ilustrasi)
Oleh: Firman Qusnul Yakin
nasional - Sabtu, 13 April 2013 | 02:40 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Herman Deru, yaitu Bupati Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), Sumatera Selatan, dilaporkan ke polisi. Dia diduga menelantarkan anaknya.

Sangat memperihatinkan nasib bocah berumur delapan tahun berinisial AF. Pasalnya, anak seusia itu harus berjuang mendapatkan pengakuan dari orang yang diyakininya sebagai ayah yakni H Herman Deru, yaitu Bupati Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), Sumatera Selatan.

Demikian diungkapkan Pengacara keluarga AF, Kamal Singadirata saat berbincang dengan wartawan di halaman kantor KPK, Jakarta, Jumat (12/4/2013).

Dia datang bersama AF dan ibunya berinisial ANS. Namun dia datang ke KPK tidak berhubungan dengan kasus tersebut. Dia melaporkan kasus lainnya ke KPK.

Ditemui di lokasi sama, ANS pun membenarkan apa yang disampaikan pengacaranya Kamal terkait Herman Deru. Peristiwa itu terang ANS, terjadi saat dirinya masih bekerja di rumah Herman. Dia mengakui pernah melakukan hubungan badan dengan Herman di rumah mantan majikannya itu sekitar tahun 2003.

Sial yang dialaminya. Setelah hamil, diungkapkan ANS, dirinya justru diberhentikan dari pekerjaannya dan harus angkat kaki dari rumah Herman.

Lebih jauh, ANS mengungkapkan jika dirinya juga telah mengadukan perbuatan Herman ke Mapolda Sumatera selatan pada 11 Maret 2013 kemarin. Nomor laporan LP 165/III/2013/Sumsel.

"Saya kembali laporkan kasus ini kepada polisi. Sebelumnya kita juga sudah pernah melaporkan ke Mabes Polri. Namun tidak ada kejelasan, maka kami lapor lagi," kata ANS.

Kamal menambahkan, pihaknya hanya ingin mendapat pengakuan dari Herman Deru bahwa AF adalah bagian dari darah dagingnya.

"Ini tidak ada kaitannya dengan politik di daerah. Kami ingin statusnya anak ini jelas secara yuridis. Jangan sampai dia tidak tahu asal usulnya. Lagi pula kami sudah laporkan dari tahun 2003, tapi kan tidak ada respon terus," kata Kamal.

Untuk itu, lanjut Kamal, demi menjauhkan dugaan menjatuhkan citra Herman terkait pencalonannya sebagai Gubernur Sumatera Selatan, Kamal menganjurkan agar pihak kepolisian untuk segera memperjelas status AF.

"Kita usulkan kepolisian segera melakukan tes DNA kepada keduanya (Herman dan Agung) biar jelas statusnya. Kalau salah selesai sudah, kalau benar ya dilanjut," kata Kamal.

Sebelumnya, Herman Deru pernah membantah kasus itu saat ditemui usai mengembalikan formulir Calon Gubernur Sumsel beberapa waktu lalu.

"Kasus tersebut hanya isu murahan serta laporan tersebut harus memiliki dasar hukum yang jelas. Menjelang Pilgub Gubernur Sumsel, diharapkan agar para kandidat menggunakan cara-cara positif dalam berpolitik," kata Herman. [gus]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER