Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 31 Juli 2015 | 22:22 WIB
Hide Ads

KPK Periksa Istri Luthfi Hasan Ishaaq

Oleh : Firman Qusnulyakin | Jumat, 12 April 2013 | 10:59 WIB
KPK Periksa Istri Luthfi Hasan Ishaaq
inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan memeriksa seorang Ibu Rumah Tangga Sutiana dalam penyidikan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait kuota impor daging Sapi di Kementerian Pertanian RI yang menjerat mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq. Sutiana diketahui merupakan istri Luthfi.

"Diperiksa sebagai saksi untuk LHI (Luthfi Hasan Ishaaq)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, Jumat (12/4/2013).

KPK memeriksa Sutiana karena wanita ini dianggap tahu soal aset-aset yang dimiliki Luthfi. KPK telah identifikasi aset-aset Luthfi yang diduga berkaitan dengan pidana pencucian uang. Namun, hingga kini, KPK belum menyita aset Luthfi yang teridentifikasi tersebut.

Selain memanggil Sutiana, KPK menjadwalkan pemeriksaan ibu rumah tangga lainnya, Lusi Tiarani Agustine. Diduga, wanita ini masih memiliki kaitan dengan Luthfi. Seorang pelajar bernama Darin Mumtazah pun dipanggil KPK.

Penyidik pun kembali memanggil Manajer Cabang Bank Mumalat Giarti Adiningrum, dan pejabat pembuat akta tanah (PPAT) Elly Halida.

Dalam kasus TPPU ini, KPK menetapkan Luthfi sebagai tersangka. Dia diduga menggunakan uang hasil tindak pidana korupsi untuk pembelian sejumlah aset.

Adapun kasus TPPU yang menjerat Luthfi ini merupakan hasil pengembangan penyidikan kasus dugaan penerimaan hadiah kepengurusan kuota impor daging sapi. Luthfi bersama-sama Ahmad Fathanah diduga menerima pemberian hadiah atau janji dari PT Indoguna Utama. Fathanah juga ditetapkan sebagai tersangka TPPU. [mvi]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.