Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 1 September 2015 | 21:09 WIB
Hide Ads

Sindiran Publik dan Obesitas Jabatan SBY

Oleh : R Ferdian Andi R | Kamis, 11 April 2013 | 20:55 WIB
Sindiran Publik dan Obesitas Jabatan SBY
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono - Inilah.com/Ardhy Fernando

INILAH.COM, Jakarta Pasca-Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat akhir Maret lalu, sindiran publik mengarah kencang pada SBY. Pemicunya, berbagai jabatan politik menumpuk di tangan SBY. Sebuah anomali pada sosok yang selama ini diklaim Sang Demokrat.

Hasil KLB Partai Demokrat yang menghasilkan keputusan SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat mendapat reaksi negatif dari publik. Sindiran keras muncul secara massif di tengah-tengah publik. Mulai dari pesan berantai hingga gambar-gambar yang menunjukkan sindiran bernada humor kepada SBY.

Kritik publik itu dipantik dari menumpuknya jabatan publik di Partai Demokrat. Mulai Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat hingga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat. Semuanya bertumpu pada seorang SBY. Hampir dua pekan lamanya, SBY menjadi obyek sindiran publik.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Max Sopacua mengatakan saat ini tengah dibahas untuk menggeser beberapa posisi SBY di Partai Demokrat. "Ada beberapa posisi Pak SBY yang tidak dipegang lagi namun diserahkan ke yang lain. Ketua Dewan Pembina ke Pak Mangindaan," ujar Max di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (11/4/2013).

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie. Menurut Ketua DPR RI ini, rangkap jabatan yang dilakukan SBY membuat pencitraan tidak baik. "Citra publik tidak baguss, ada kritik-kritik banyak. Ini merespons kritik publik," kata Marzuki.

Sebelumnya, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Jero Wacik mengatakan sejak awal pihaknya telah memprediksi terpilihnya SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat akan menimbulkan kritik di publik.

Salah satu kritik publik terhadap SBY muncul melalui pesan berantai yang berisi sindiran atas menumpuknya jabatan. "Yang saya hormati, Bapak Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono,... ya itu saya sendiri..." "Yang saya mulyaken, Saudara Ketua Umum Partai Demokrat, ..itu juga saya sendiri..""Yang saya hormati, Bapak Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat,atau yang mewakilinya..kebetulan, kedua-duanya, saya sendiri lagi..." [mdr]

Tag :

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.