Selasa, 25 November 2014 | 03:04 WIB
Follow Us: Facebook twitter
IPNU Kecam Penyerangan Pesantren oleh Ormas Islam
Headline
Ketua Umum PP IPNU Khairul Anam - (Foto: istimewa)
Oleh: Marlen Sitompul
nasional - Kamis, 11 April 2013 | 10:09 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) menyikapi aksi penyerangan terhadap Pondok Pesantren Al Idrisiyyah Cisayong Tasikmalaya oleh sekelompok ormas yang mengatasnamakan Islam, sebagai hal yang tidak bisa dibenarkan.

Ketua Umum PP IPNU Khairul Anam mengatakan, pihaknya mengutuk keras perilaku tersebut. Sebab, tindakan itu dianggap telah mencederai keberadaan lembaga pendidikan Islam.

"Aksi penyerangan tersebut tidak mencerminkan masyarakat yang berbudaya terlepas apapun motifnya, sebagaimana kita maklumi, tindakan anarkis dan main hakim sendiri itu tidak dibenarkan secara hukum, apalagi ini kejadian terhadap sebuah lembaga pendidikan Islam yaitu pesantren yang kesekian kalinya terjadi," kata Anam, melalui rilis yang diterima, Jakarta, Kamis (11/4/2013).

Anam menjelaskan, aksi kekerasan berupa penyerangan oleh sekelompok ormas Islam secara tidak langsung telah merusak citra pesantren secara keseluruhan. Citra pesantren yang selama ini dikenal sebagai pusat pendidikan, keagamaan dan budaya yang telah berabad-abad eksis di bumi nusantara telah dirugikan dengan aksi penyerangan tersebut.

Ironisnya aksi penyerangan itu dilakukan oleh sekelompok ormas Islam yang semestinya menjaga eksistensi dan marwah pesantren. Secara khusus aksi penyerangan itu akan berdampak pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pondok pesantren dan institusi pendidikan keislaman lainnya.

Ditambahkannya, pesantren, ormas dan komunitas muslim lain semestinya menjadi cermin moral dalam kehidupan masyarakat bukan justru menunjukan sikap saling menghujat, menjatuhkan dan membenarkan aksi kekerasan untuk melemahkan sekaligus membungkam.

"Kami akan menggalang solidaritas kaum santri untuk mengecam kejadian yang dialami Pondok Pesantren al Idrisiyyah Kota Tasikmalaya" tegas Anam.

Maka dari itu PP IPNU meminta aparat pemerintahan menindak tegas ormas yang berperilaku anarkis serta menuntut pihak kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku kekerasan tersebut agar menjadi pelajaran dikemudian hari.

Beberapa komunitas santri yang notabene alumni-alumni pondok pesantren pun menyayangkan kejadian di Tasikmalaya tersebut. Azhar Arsyad alumni ponpes di Sulawesi Selatan yang juga Sekjen Pengurus Besar (PB) Darud Dakwah Wal Irsyad (DDI) menegaskan, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan untuk meningkatkan keecerdasan bangsa.

"Bangsa ini kuat karena keberadaan pondok pesantren, kita sebagai santri harus menjaga nama baik pesantren dari stigma buruk yang sengaja dilekatkan," tegasnya.

Suara prihatin juga muncul dari Dr. Firdaus, Ketua Ikatan Alumni Pesantren An nahdlah (IAPAN) Makassar. "Tugas utama kita sebagai santri adalah membendung stigmatisasi terhadap dunia pesantren ditengah berbagai upaya kelompok yang ingin mengumbar citra buruk pesantren, kita harus solid," kata dia.

Zamroni alumnus salah satu pondok pesantren di NTB yang juga merupakan Ketua Majelis Alumni IPNU NTB juga mengatakan turut prihatin atas peristiwa tersebut. "Kita tidak ingin lembaga pesantren dirusak dengan persoalan tidak jelas, kami mohon agar polisi mengusut tuntas," ucapnya. [rok]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER