Sabtu, 20 Desember 2014 | 22:52 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Hakim Non Palu Mengadu ke Komisi Yudisial
Headline
israelifrontline.com
Oleh: Renny Sundayani
nasional - Senin, 8 April 2013 | 15:08 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Hakim non Palu atau hakim yang tidak boleh menangani sidang, Nelson Sitanggang mendatangi Gedung Komisi Yudisial (KY) untuk mencari keadilan mengenai statusnya.

Hakim Karier Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Nelson Sitanggang sebelumnya dijatuhkan hukuman indisipliner berupa hukuman non-palu selama satu tahun oleh Mahkamah Agung (MA). Nelson menilai hukuman atau pemberian sanksi terdapat keanehan dan tidak jelas dalam perkara apa.

"Penjatuhan hukuman tersebut tidak jelas disebut dalam perkara apa. Mestinya dalam perkara itu menyebutkan saudara dihukum karena melakukan tindakan indisipliner kah dalam perkara nomor sekian," jelas Nelson yang ditemui di Gedung KY, Jakarta Pusat, Senin (8/4/2013).

Nelson menduga penjatuhan sanksi terhadap dirinya ada berkaitan pemanggilan Sekretaris Pemerintah Daerah (Sekda) Jambi tahun 2004 Hasan Basri Agus sebagai saksi terkait kasus pengadaan 2 unit mobil pemadam kebakaran.yang kebetulan saat itu Gubernur Jambi masih dipimpin oleh terdakwa mantan Wali Kota Jambi Arifien Manap.

"Sehingga saya akhirnya menjadi bertanya-tanya apakah penjatuhan hukuman ini adalah merupakan ada kaitannya dengan kebijakan saya serta kebijakan majelis hakim yang saya pimpin untuk menghadirkan yang dulu sekda tahun 2004 kebetulan yang sekarang menjadi gubernur Jambi," ujarnya.

Oleh karena itu, sambung Nelson, kedatangannya ke lembaga pimpinan Eman Suparman Cs ini, selain untuk mempertanyakan keanehan tersebut, juga mencari keadilan sebagai seorang hakim.

Nelson mengatakan masih yakin dan percaya bahwa posisi KY selama ini adalah dalam rangka menjunjung tinggi martabat hakim dalam melaksanakan tugasnya. "Sehingga kiranya disini perlu kiranya memohon bantuan KY, apakah dalam perkara ini saya patut dipersalahkan atau alasan untuk menghukum saya merupakan alasan yang dicari-cari," kata dia. [mvi]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
Rachmat Fadlin
Senin, 8 April 2013 | 15:28 WIB
Kalau memang tindakan penjatuhan sanksi indisipliner terhadap Hakim Nelson Sitanggang tidak jelas, maka langkah beliau patut diapresiasi oleh seluruh elemen bangsa Indonesia, demi transparansi dan supremasi hukum di Indonesia. Mengingat negara kita adalah negara hukum dan hukum sebagai panglima!
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER