Senin, 1 September 2014 | 18:09 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Presiden Minta Hentikan Pencemaran Nama Baik
Headline
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono - (Foto: inilah.com/Ardhy Fernando)
Oleh:
nasional - Minggu, 7 April 2013 | 21:37 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap tahun politik 2013 ini tidak lagi diwarnai intrik-intrik yang tidak sehat.

Presiden menyebutkan salah satunya adalah pencemaran nama baik. Seperti diketahui, putra bungsu Presiden yakni Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, telah melaporkan mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Group Yulianis.

Laporan pencemaran nama baik ini karena Yulianis menyebut Ibas menerima uang USS 200 ribu Dollar AS dari perusahaan M.Nazaruddin tersebut. Hingga kini, kasus ini masih ditangani Polda Metro Jaya.

Presiden menghimbau hal itu saat memberikan sambutan dalam Dharma Shanti Nasional 2013 yang diselenggarakan di Istora Senayan Jakarta, Minggu (7/4/2013) malam.

"Mari kita jauhkan sifat yang mengarah pada saling hujat dan menjatuhkan, jauhi aksi anarkis, unjuk rasa yang merusak, dan pencemaran nama baik yang akan mencoreng iklim toleransi," jelas Presiden.

Presiden berharap, hiruk pikuk politik di 2013 ini bisa berjalan dengan lebih baik. Tidak menampilkan pertarungan yang tidak sehat.

"Mari kita bangun fondasi dan iklim demokrasi yang santun yang teduh dan yang damai," ajak Presiden. [gus]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER