Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 29 Mei 2015 | 21:14 WIB
Hide Ads

Pasal Santet di RUU KUHP Pasal Karet

Oleh : Ajat M Fajar | Selasa, 2 April 2013 | 16:31 WIB

Berita Terkait

Pasal Santet di RUU KUHP Pasal Karet
Permadi - inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Tokoh spiritual Permadi menilai pasal santet yang ada di dalam Rancangan Undang-undang (RUU) KUHP multitafsir. Dalam segi pembuktian sangat lemah.

"Rumusan santet itu salah semua karena disusun oleh orang-orang yang tidak mengerti santet. Misalnya orang yang mengaku ahli santet dihukum lima tahun," ujar Permadi di Gedung DPR, Senayan, Selasa (2/4/2013).

Menurutnya, DPR sendiri tidak paham mengenai arti dari santet tersebut sehingga dalam penyusunan pasal mengenai santet, kabur dari substansinya.

"Santet itu ada dua, black magic dan white magic. Pasal itu mandul, karena pasal itu tidak adil, misalnya saya mengaku menyantet apakah langsung dihukum, kan tidak karena harus diperiksa dulu," imbuhnya.

Dalam pasal 296 Rancangan KUHP, disebutkan orang dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 300 juta apabila dia menyatakan dirinya mempunyai kekuatan gaib, memberitahukan, memberikan harapan, menawarkan dan memberitahukan bantuan jasa kepada orang lain

Dia mengatakan, dalam pasal santet yang diatur dalam RUU KHUP itu sangat tidak adil, karena yang dijerat hanya orang yang menyantet saja. Padahal orang yang melakukan santet itu adalah orang suruhan.

"Santet itu cuma pelaksana, siapa yang menyuruh? Ada menteri, pejabat, bahkan presiden kepada lawan politiknya. Tukang santet itu nyantet bukan orang yang dikenal, dan yang nyuruh itu pelaku sebenarnya," ucapnya. [rok]

Tag :

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.