Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 5 Agustus 2015 | 00:52 WIB
Hide Ads

Kasus Cebongan Versi Facebook Tak Goyahkan Polri

Oleh : Wahyu Praditya Purnama | Senin, 1 April 2013 | 19:07 WIB
Kasus Cebongan Versi Facebook Tak Goyahkan Polri
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar - inilah.com/wirasatria

INILAH.COM, Jakarta Polri mengaku tidak terpengaruh apapun dengan munculnya analisis dan kronologi kasus penyerangan LP Cebongan, Sleman di media sosial Facebook. Polri juga merasa tersudutkan karena kronologi yang menyudutkan Polri itu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, jejaring sosial merupakan sarana yang paling baik untuk membangun opini. Opini memang ada yang berdasarkan data dan fakta, namun lebih banyak opini yang hanya sekadar pendapat pribadi.

"Siapa saja bisa punya Facebook, dan siapa saja bisa membangun opini tanpa data dan fakta yang akurat. Itulah konsekuensi dari globalisasi, itu tak akan mempengaruhi (penyidikan)," aku Boy Rafli saat ditemui di Mabes Polri, Senin (1/4/2013).

Boy menegaskan pihaknya tetap akan terus melakukan proses investigasi dalam mengungkap kasus penyerangan Lapas Cebongan, dengan berkoordinasi dengan TNI maupun Komnas HAM.

Sebelumnya, beredar melalui Facebook sebuah paparan mengenai kronologi dan analisis kasus Cebongan yang ditulis oleh seseorang yang menggunakan nama Idjon Djanbi. Di dalamnya disebutkan bahwa anggota Kopassus tidak ada yang terlibat dalam kasus itu. Sebaliknya, penyerangan itu merupakan buntut persaingan bisnis narkoba dan tubuh Polri sendiri. [tjs]

Berita Terkait Lainnya

1 Komentar

Image Komentar
JOKOSING KIRTHOGH - Selasa, 2 April 2013 | 11:33 WIB
Apapun argumen boy, testimoni fb tsb masuk akal..yah buktikanlah kalau memang tak goyah...masyarakat memang banyak yg gak percy lagi...

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.