Sabtu, 1 November 2014 | 15:14 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Din: Muhammadiyah Tolak RUU Ormas
Headline
Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin - inilah.com
Oleh: Agus Rahmat
nasional - Jumat, 29 Maret 2013 | 01:42 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan kalau Muhammadiyah menolak disahkannya RUU Ormas yang masih dalam pembahasan DPR. Din mengatakan, RUU ini mengembalikan pada masa-masa Orba.

"Muhammadiyah sangat merasakan kerancuan nalar. Konsep Ormas 1980-an itu konsep baru. Secara substansif melakukan depolitisasi masyarakat," jelas Din dalam pengajian bulanan Muhammadiyah di kantor Dakwah Muhammadiyah, Menteng Jakarta, Kamis (27/3/2013) malam.

Dalam acara tersebut, hadir juga beberapa tokoh seperti Ketua MPR Taufik Kiemas, wakil Ketua MPR Hadjriyanto Y Thohari, mantan Ketua PBNU Hasyim Muzadi, Wasekjen DPP PDIP Ahmad Basyarah, Ketua DPP Hanura Saleh Husein, Sekretaris F-PAN DPR Teguh Juwarno.

Din menjelaskan, RUU Ormas masih menyisahkan tanda tanya. Contohnya bahwa RUU Ormas masih bisa dibentuk oleh 3 orang saja. "Ada yang berbadan hukum dan ada juga yang tidak," katanya.

"Termasuk mengenai lembaga-lembaga amil zakat, menyebut hamba Allah (dari penyumbang) tidak diizinkan," lanjut Din.

Dengan dasar yang bberagam, Din mengatakan PP Muhammadiyah sudah melakukan rapat. Hasilnya, menolak RUU itu.

"Muhammadiyah memutuskan lewat rapat pleno kita meminta menghentikan semua proses pembahasan itu. Lebih bagus uU tentang perkumpulan. RUU ini sangat represif. Membangun otoritariesme," papar Din.[jat]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER