Sabtu, 20 September 2014 | 21:00 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Identifikasi Kasus Cebongan Mengarah ke Kopassus
Headline
foto:ilustrasi
Oleh:
nasional - Rabu, 27 Maret 2013 | 16:24 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Hasil investigasi penyerangan ke LP Cebongan, Sleman semakin mengarah pada keterlibatan Kopassus. Ini terlihat dari hasil identifikasi pada hal-hal terkait teknologi informasi dan di lapangan.

Hal itu terungkap dari sumber Inilah.com yang mengaku mengetahui bocoran hasil penyelidikan. Ia menyebutkan, tim investigasi identifikasi pada kasus tersebut telah menyelesaikan 100% identifikasi telepon dan sms. “Sedangkan identifikasi di lapangan hanya tinggal 30%,” ujar sumber tersebut.

Hasil identifikasi yang mengarah ke Kopassus itu didasarkan pada sejumlah fakta. Antara lain, penyerangan itu terjadi empat hari setelah anggota Kopassus terbunuh di Hugo’s Caf, Sleman. Setelah pembunuhan itu, muncul berbagai tekanan terhadap Polres Sleman.

Sumber tersebut juga mengungkapkan, akibat tekanan itu, tahanan kemudian dipindahkan ke Yogyakarta. Namun demikian, tekanan masih muncul sehingga tahanan dititipkan ke LP Cebongan, Sleman.

Selain itu, muncul pula SMS yang dikirim kepada Kapolres Sleman pada hari yang sama saat terjadinya penyerangan. Pada hari itu, sekitar sore hari muncul SMS kepada Kapolres dari anggota Kopassus yang isinya dia khawatir tidak bisa mengendalikan anak buahnya. Disebutkan pula bahwa ada anggota Kopassus yang melakukan latihan di luar markas Kopassus.

SMS tersebut kemudian di-forward ke Kapolda DIY dan Danrem. Oleh Kapolda, SMS tersebut di-forward lagi ke Pangdam Diponegoro. Namun, Pangdam menyatakan SMS tersebut palsu dan dikirim bukan oleh orang Kopassus. Sebab, tidak mungkin Kopassus mengirim SMS ke polisi.

Indikasi lainnya, adalah, saat penyerangan terjadi, kelompok penyerang mendatangi rumah Kalapas untuk meminta kunci. Saat itu, ada seseorang yang menyuruh Kalapas untuk berbicara dengan Komandannya karena Kalapas menolak menyerahkan kunci. “Anda bicara sama komandan saya!” kata sumber tadi menirukan ucapan salah satu penyerang.

Menurut sumber tadi, keterangan-keterangan tersebut dikumpulkan dari berbagai saksi yang telah dimintai keterangan. [tjs]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
4 Komentar
ari
Rabu, 3 April 2013 | 12:34 WIB
kalau TNI yang melakukan, dia gak mungkin menunggu sampai di pindah di LP...dimanapun kalau TNI mau bergerak pasti bergerak...tak perduli di Polda, Polres atau polsek...setahu saya seperti itu.
tresno
Minggu, 31 Maret 2013 | 20:05 WIB
kalau masih proses jangan di utarakan. bikin ribut. Percaya aparat bertindak yang terbaik untuk rakyat
hasan
Minggu, 31 Maret 2013 | 16:27 WIB
buat apa saling menyalahkan?. siapa suruh kopassus di bunuh?. salah sebdiri toh.
lalu fakhruddin arrozi
Jumat, 29 Maret 2013 | 16:09 WIB
jangan menuduh sembarangan yg jelas ini perang inteljen hati2 negara ini sdh kehilangan arah bisanya hanya menuduh
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER