Kamis, 24 April 2014 | 07:39 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Dugaan Keterlibatan TNI Kuat dalam Kasus LP Sleman
Headline
Anggota Komisi III DPR, Eva Kusuma Sundari - inilah.com/Agus priatna
Oleh: Ahmad Farhan Faris
nasional - Senin, 25 Maret 2013 | 03:14 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Anggota Komisi III DPR, Eva Kusuma Sundari meminta Polri serius mengusut kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, DIY, pada beberapa waktu lalu.

Menurut dia, penyerangan LP Cebongan ini berkaitan dengan kasus pembunuhan salah satu anggota Kopassus yakni Sertu Santoso di kompleks Hotel Sheraton (Hugos Cafe).

"Peristiwa sebagai balas dendam (pembunuhan Sertu Santosa di kompleks Hotel Sheraton (Hugos Cafe) sehingga penyerangan lapas patut diduga disebabkan kasus (pembacokan Sertu Sriyono di depan warung makan cak Koting Lempuyangan). Dari keterkaitan di atas, maka masing-masing harus dilakukan penyidikan simultan, para pelaku di tiga peristiwa harus ditangkap sehingga kebenaran utuh dapat diperoleh," kata Eva kepada INILAH.COM, Minggu (24/3/2013).

Dia mengatakan, siapapun pelakukan aparat penegak hukum harus segera mengungkap kasus ini. Sehingga para pelakuknya biasa diketahui dan ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. Namun kuat dugaan jika pelaku merupakan oknum TNI.

"Saya berharap penegakkan hukum oleh polisi berjalan obyektif, independen dan profesional. Keterlibatan TNI harus produktif dan semata untuk membuka kebenaran sehingga keadilan bisa diwujudkan," imbuhnya.

Eva meminta semua pihak tidak langsung menyimpulkan apapun dalam kasus ini meski rangkaian kejadian ini sangat terkait dengan tewasnya anggota TNI oleh empat korban tersebut.

"Jadi jangan menyimpulkan sebelum penyidikan berlangsung, ini ujian semua pihak atas berlakunya prinsip hukum berjalan secara konsisten di negara hukum ini," tandsnya.[jat]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
9 Komentar
Sabdo Palon
Kamis, 28 Maret 2013 | 11:12 WIB
Pasti ulah CIA dan Yahudi Israel, Wk wk wk wk wk wk wk wk wk !!!!
Fery Budiman
Rabu, 27 Maret 2013 | 21:46 WIB
benar mas Heno, Bagaimana jika aparat tidak di hormati. sedang preman merajalela, tentu negara kita tercinta akan ... amburadul.
punokawan
Rabu, 27 Maret 2013 | 13:45 WIB
sesuai order dr Big Boz agar kasusnya tdk terekpose Media maka dijadikanlah PENGALIHAN ISU.......
heno santoso
Rabu, 27 Maret 2013 | 13:05 WIB
yang namanya preman memang harus binasa jgn salahkan siapa pelakunya krn skedar di hukum preman yang membunuh anggota kopasus itu begitu keluar harganya naik,sombong dan akan menakut nakuti warga,sama kopasus aja berani apalagi dengan rakyat biasa akan jadi apa rakyat kita ,sy rasa pantas di bunuh krn akan berbahaya kalo tdk di bunuh , hedoop TNI POLRI , hedup penuh preman itu tdk sehat hedop bersama penegak hukumitu nyaman maju terus TNI POLRI basmi preman ,
budianto
Selasa, 26 Maret 2013 | 20:51 WIB
yang jelas keroyok orang pake senjata , musuhnya tak melawan itu pengecut, masak kayak gitu dianggap jagoan?
fikar
Selasa, 26 Maret 2013 | 15:27 WIB
di dunia itu berlaku hukum sebab akibat.. untuk itu berhati hatilah kita dalam bertindak, khususnya para preman.. padahal dalam kejadian kemarin (almhm) sertu Sriyono identitasnya telah di ketahui oleh para preman yang sekarang menjadi korban tersebut. Jadi hati2lah dalam bertindak!!.. aparat (TNI & Polri) itu bukan untuk di aniaya atau di musuhi... tetapi harus kita hormati!!!..........
abdul kadir
Selasa, 26 Maret 2013 | 12:59 WIB
jangan menduga-duga klu belum ada bukti sebab akan membuat suasana ricuh
Mulyana
Senin, 25 Maret 2013 | 21:10 WIB
Preman yg sdh berbuat kekacauan harus di binasakan
abdul roni
Senin, 25 Maret 2013 | 11:28 WIB
jgn menduga terlalu cepat apa lagi yg di duga TNI karna hal ini blm tau siapa sebenar nya yg di curigai... terlalu cepat manduga duga kepada org lain apa lagi oknum TNI.. kasus seperti ini harus di teliti dengan baik agar suasana jadi lebih baik aman... DAMAI ITU INDAH
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER