Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 28 Agustus 2015 | 12:24 WIB
Hide Ads

Dugaan Keterlibatan TNI Kuat dalam Kasus LP Sleman

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Senin, 25 Maret 2013 | 03:14 WIB
Dugaan Keterlibatan TNI Kuat dalam Kasus LP Sleman
Anggota Komisi III DPR, Eva Kusuma Sundari - inilah.com/Agus priatna

INILAH.COM, Jakarta - Anggota Komisi III DPR, Eva Kusuma Sundari meminta Polri serius mengusut kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, DIY, pada beberapa waktu lalu.

Menurut dia, penyerangan LP Cebongan ini berkaitan dengan kasus pembunuhan salah satu anggota Kopassus yakni Sertu Santoso di kompleks Hotel Sheraton (Hugos Cafe).

"Peristiwa sebagai balas dendam (pembunuhan Sertu Santosa di kompleks Hotel Sheraton (Hugos Cafe) sehingga penyerangan lapas patut diduga disebabkan kasus (pembacokan Sertu Sriyono di depan warung makan cak Koting Lempuyangan). Dari keterkaitan di atas, maka masing-masing harus dilakukan penyidikan simultan, para pelaku di tiga peristiwa harus ditangkap sehingga kebenaran utuh dapat diperoleh," kata Eva kepada INILAH.COM, Minggu (24/3/2013).

Dia mengatakan, siapapun pelakukan aparat penegak hukum harus segera mengungkap kasus ini. Sehingga para pelakuknya biasa diketahui dan ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. Namun kuat dugaan jika pelaku merupakan oknum TNI.

"Saya berharap penegakkan hukum oleh polisi berjalan obyektif, independen dan profesional. Keterlibatan TNI harus produktif dan semata untuk membuka kebenaran sehingga keadilan bisa diwujudkan," imbuhnya.

Eva meminta semua pihak tidak langsung menyimpulkan apapun dalam kasus ini meski rangkaian kejadian ini sangat terkait dengan tewasnya anggota TNI oleh empat korban tersebut.

"Jadi jangan menyimpulkan sebelum penyidikan berlangsung, ini ujian semua pihak atas berlakunya prinsip hukum berjalan secara konsisten di negara hukum ini," tandsnya.[jat]

9 Komentar

Image Komentar
SABDO PALON - Kamis, 28 Maret 2013 | 11:12 WIB
Pasti ulah cia dan yahudi israel, wk wk wk wk wk wk wk wk wk !!!!
Image Komentar
FERY BUDIMAN - Rabu, 27 Maret 2013 | 21:46 WIB
Benar mas heno, bagaimana jika aparat tidak di hormati. sedang preman merajalela, tentu negara kita tercinta akan ... amburadul.
Image Komentar
PUNOKAWAN - Rabu, 27 Maret 2013 | 13:45 WIB
Sesuai order dr big boz agar kasusnya tdk terekpose media maka dijadikanlah pengalihan isu.......
Image Komentar
HENO SANTOSO - Rabu, 27 Maret 2013 | 13:05 WIB
Yang namanya preman memang harus binasa jgn salahkan siapa pelakunya krn skedar di hukum preman yang membunuh anggota kopasus itu begitu keluar harganya naik,sombong dan akan menakut nakuti warga,sama kopasus aja berani apalagi dengan rakyat biasa akan jadi apa rakyat kita ,sy rasa pantas di bunuh krn akan berbahaya kalo tdk di bunuh , hedoop tni polri , hedup penuh preman itu tdk sehat hedop bersama penegak hukumitu nyaman maju terus tni polri basmi preman ,
Image Komentar
BUDIANTO - Selasa, 26 Maret 2013 | 20:51 WIB
Yang jelas keroyok orang pake senjata , musuhnya tak melawan itu pengecut, masak kayak gitu dianggap jagoan?

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.