Rabu, 23 April 2014 | 14:10 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Ribuan Mahasiswa Bali Diajarkan Budaya Sunda
Headline
Foto : ilustrasi
Oleh: Dewa Putu Sumerta
nasional - Sabtu, 23 Maret 2013 | 00:04 WIB

INILAH.COM, Denpasar - Ribuan mahasiswa dan dosen, Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) di Denpasar Bali dikenalkan ajaran 'Pikukuh Sunda' yang merupakan ajaran budi pekerti luhur, warisan leluhur masyarakat Sunda Jawa Barat.

Pengenalan ajaran 'Pikukuh Sunda' itu dilakukan dengan seminar nasional dan pentas seni yang digelar selama 3 hari berturut-turut di 3 kabupaten di Bali pada pertengahan Maret 2013 ini.

"Ribuan mahasiswa kita perkenalkan tentang 'Pikukuh Sunda', yakni ajaran luhur warisan para leluhur masyarakat Sunda. Juga ada pembahasan dan diskusi tentang perkembangan peradaban Hindu di Bali dan Indonesia," kata Pembantu Rektor II Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Dr Praptini.

Kegiatan serangkaian Dharma Canti Nyepi ini digelar di 3 kampus IHDN yakni kampus IHDN Denpasar, IHDN Bangli, dan IHDN Singaraja yang dihadiri artis nasional.

Adapun artis nasional yang hadir seperti Tri Utami dan kelompok seni budya Sunda Wiwitan, Dewa Bujana dan kelompok Nyanyian Dharma, Ayu Laksmi, budayawan Cok Sawitri, tokoh kebatinan dan budayawan Bali I Gusti Ngurah Harta, dan budayawan Sunda Luki Darmawan atau Kang Uci.

Dipilihnya topik 'Pikukuh Sunda' itu, menurut Praptini untuk memberi tambahan wawasan mengenai budaya dan peradaban Nusantara.

"Kita pilih tema 'Pikukuh Sunda' ini untuk memberi tambahan wawasan mengenai budaya dan peradaban Nusantara. Dalam kaitan dengan Pikukuh Sunda ini, antara Pikukuh Sunda dengan Hindu Bali ini ada kesamaan, yakni sama-sama mengakui adanya Batara Guru dan Batara Siwa. Ajaran Pikukuh Sunda itu mengutamakan perilaku yang baik dari sekedar teori," papar Praptini.

Pikukuh Sunda sendiri, kata Praptini, adalah mengajarkan Dharma Bakti (berbuat kebaikan) kepada segala mahluk yang ada di Planet Bumi, tanpa memandang ras, suku, golongan apapun baik itu manusia, binatang, tumbuhan, mahluk halus, serta semesta kehidupan lainnya.

"Manusia Sunda meyakini bahwa segalanya adalah Hasil Daya Cipta Yang Maha Kersa," tutupnya. [gus]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER