Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 28 Juli 2015 | 08:25 WIB
Hide Ads

Susno Desak Polri Usut Dugaan Pemalsuan Putusan MA

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Selasa, 19 Maret 2013 | 17:19 WIB
Susno Desak Polri Usut Dugaan Pemalsuan Putusan MA
Mantan Kabareskrim Mabes Polri Komisaris Jenderal (Purn) Polisi Susno Suadji - Inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta - Mantan Kabareskrim Mabes Polri Komisaris Jenderal (Purn) Polisi Susno Suadji mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut dugaan pemalsuan amar putusan Mahkamah Agung (MA) terkait vonis terhadapnya.

Pihak Susno Duadji menilai, pihak Kejaksaan telah memalsukan isi amar putusan dengan melayangkan surat panggilan eksekusi terhadap dirinya.

Kuasa hukum Susno, Fredrich Yunadi menegaskan pemalsuan isi amar putusan MA, merupakan tindakan pidana, dan dapat dijerat pasal 23 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 jo pasal 421 KUHP. "Ancaman hukumannya enam tahun penjara dan denda Rp300 juta. Kemudian pasal 263 KUHP, pemalsuan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara," kata Fredrich, Selasa (19/3/2013).

Terkait dugaan tindak pidana pemalsuan amar putusan, pihak Susno telah melaporkan pihak Kejaksaan ke Bareskrim Mabes Polri, tanggal 15 Maret 2013. "Kami sudah buat laporan polisi resmi di Bareskrim tanggal 15 Maret 2013," ujarnya.

Frederich menjelaskan, tak ada perintah penahanan pada putusan MA yang menolak kasasi Susno. Putusan tersebut hanya berisi menolak permohonan kasasi dan membebankan biaya perkara kepada terdakwa sebesar Rp2.500.

Tak hanya itu, dia menilai, surat panggilan oleh jaksa eksekutor tidak sah. Pasalnya surat panggilan yang seharusnya ditandatangani oleh Kepala Kajari Jaksel Masyhudi, tapi ternyata ditandatangani oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Arief Zahrulyani. [mvi]

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.