Kamis, 31 Juli 2014 | 00:10 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kasus Pelecehan Seksual Anak Mengkhawatirkan!
Headline
foto:ilustrasi
Oleh:
nasional - Sabtu, 16 Maret 2013 | 12:43 WIB

INILAH.COM, Bojonegoro - Kasus pelecehan seksual yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro kebanyakan korbannya merupakan anak-anak. Jumlah kasus yang terjadi pada tahun 2012 lalu dan disidangkan 2013 sudah ada lima kasus dan pelakunya sudah divonis.

"Kasus pelecehan seksual pada anak di bawah umur di Bojonegoro tergolong tinggi. Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Bojonegoro sudah menyidangkan lima kasus pelecehan anak-anak dan semuanya telah diputus," ujar Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro, Bonar Harianja, Sabtu (16/03/2013).

Bonar Harianja mengungkapkan, kasus pelecehan seksual pada anak-anak di Bojonegoro sudah mengkhawatirkan. “Kejahatan seksual pada anak-anak ini sudah serius. Semestinya, kasus ini mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah,” lanjutnya.

Salah satu kasus pelecehan seksual pada anak-anak yang sudah disidang dan diputus yakni dengan terdakwa Agus Nur. Ia terbukti melakukan pelecehan seksual pada korban yang masih anak-anak dan dihukum tiga tahun penjara.

Kemudian, Ngariman, seorang kakek yang tega menyetubuhi bocah perempuan di bawah umur. Mbah Ngariman dihukum delapan tahun penjara. Lalu, Sarmidi, yang tega melakukan pelecehan seksual pada korban yang masih anak-anak. Ia dihukum delapan tahun penjara.

Selanjutnya, Supadmi, terbukti bersalah melakukan pelecehan seksual pada anak-anak dan dihukum enam tahun penjara. Dan terakhir, Budi Sutoyo, terbukti menghamili adik iparnya sendiri dan telah dihukum delapan tahun penjara. Saat persidangan korban sudah hamil 8 bulan.

Menurut Bonar Harianja, pelaku kejahatan seksual pada anak-anak ini tergolong dewasa dan bahkan berusia lanjut. Kasus pelecehan seksual ini semuanya terjadi di daerah pedesaan di Bojonegoro. “Motif kasus pelecehan seksual pada anak-anak ini bermacam-macam. Tetapi, semua pelaku mengancam pada korban yang masih anak-anak itu,” ujarnya.

Terpisah, Koordinator Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Cabang Bojonegoro, Nafidatul Himah, mengatakan, upaya untuk mencegah kasus pelecehan seksual pada anak-anak ini harus melibatkan pemerintah, masyarakat, dan keluarga. "Kasus ini (pelecehan seksual) muncul lantaran adanya hubungan yang kurang harmonis dalam keluarga dan juga adanya faktor lingkungan," ujarnya.

Ia mengatakan, perempuan dan anak-anak memang rentan menjadi korban kejahatan pelecehan seksual. "Oleh karena itu, perlu ada kesadaran bahwa pelecehan seksual itu kejahatan yang serius dan merusak masa depan anak-anak yang menjadi korbannya," ujarnya. [beritajatim]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER