Senin, 22 Desember 2014 | 04:37 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Radikalisme Atasnamakan Agama Harus Diwaspadai
Headline
ilustrasi - istimewa
Oleh:
nasional - Jumat, 15 Maret 2013 | 09:55 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Mamuju - Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Politik dan Ilmu Sosial Provinsi Sulawesi Barat (ILMIPSI) meminta kepada generasi muda di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) agar mewaspadai gerakan radikalisme mengatasnamakan agama.

"Gerakan radikalisme mengatasnamakan agama patut diwaspadai karena dapat merusak kerukunan hidup antarumat beragama, radikalisme agama atau fanatisme agama berlebihan wajib diwaspadai karena bisa memicu sikap ekstremis yang dapat berujung pada aksi-aksi terorisme," kata Ketua ILMIPSI, Andi Ilham di Mamuju, Jumat (15/3/2013).

Oleh karena itu, lanjut Andi, generasi muda Islam di Sulbar harus mewaspadai gejolak tersebut dan mewaspadai munculnya gerakan kekerasan mengatasnamakan agama yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Menurut dia, pasca runtuhnya kekuasaan orde baru dan masuknya era reformasi semakin terbuka ruang bagi kelompok-kelompok Islam beraliran keras yang cenderung menggunakan cara-cara radikal guna mencapai tujuannya.

"Kelompok itu menghendaki adanya perubahan, pergantian terhadap sistem di masyarakat sampai akarnya, bila perlu menggunakan cara-cara kekerasan yang tidak sejalan dengan ajaran Islam sebagai rahmat bagi sekalian alam," katanya.

Sehingga tantangan generasi muda Islam ke depan tidak ringan, sebagai pemilik dan penangung jawab kemajuan bangsa dan negara yakni mewaspadai gerakan radikalisme itu jangan sampai merusak tatanan bangsa dan memecah NKRI.

"Islam adalah pembawa Rahmatan Lil Alamin, yaitu agama yang memiliki pengaturan yang lengkap dan sempurna, baik ajarannya maupun metodenya. Islam berasal dari bahasa Arab "aslam" yang berarti selamat, dipahami bahwa Islam adalah agama penyelamat bagi umatnya dan penyelamat umat lain," katanya.

Andi menjelaskan, aksi terorisme tidak dibenarkan dalam ajaran Islam, karena terorisme salah satu bentuk radikalisme yang hanya melahirkan suatu kondisi takut yang nyata, perasaan luar biasa akan bahaya yang mungkin terjadi, yang tidak sejalan dengan perjuangan Rasulullah.

Teror pernah terjadi di sejumlah wilayah Indonesia karena radikalisme itu antara lain, peristiwa bom Bali I tanggal 12 Oktober 2002, bali II pada 1 Oktober 2005 di Kuta, dan Jimbaran, Bali, dan simbol-simbol asing juga tidak luput dari aksi mereka, ledakan bom di Hotel JW Mariott tahun 2003, dan Bom di Hotel JW Mariott dan Ritz Carlton tahun 2009.

Ia berharap citra Islam harus diluruskan kembali. Cara pandang yang keliru tentang Islam juga harus diluruskan agar radikalisme agama yang menimbulkan teror tidak lagi bermunculan.

Di sinilah pentingnya peran strategis generasi muda dalam upaya menangkal radikalisme mengatasnamakan agama, karena posisinya sangat penting sebagai wadah pendidikan Islam untuk terus memberikan pemahaman dengan meluruskan makna Islam agar aksi teror tidak terulang lagi.

Ia mengatakan, ILMIPSI sendiri akan menggelar kegiatan seminar untuk mendorong generasi muda Islam mewaspadai gerakan radikalisme itu di Gedung PKK Kabupaten Polman pada 23 Maret 2013 dengan tema "Peran Generasi Muda Islam Dalam Penguatan Nilai Islam Rahmatan Lil Alamin Untuk Menangkal Aksi Kekerasan Mengatasnamakan Agama".

Acara ini akan dihadiri Kepala Kanwil Depag Polewali Mandar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI Polewali Mandar, Tokoh Akademisi dan Ketua FKUB Polewali Mandar sebagai nara sumber di acara itu. [ant/yeh]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER