Kamis, 17 April 2014 | 01:56 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Mengapa Lawatan SBY ke Eropa Dikecam?
Headline
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono - inilah.com/Wirasatria
Oleh: Herdi Sahrasad
nasional - Sabtu, 9 Maret 2013 | 11:05 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Jerman dan Hongaria, Eropa disambut demonstrasi massa. Di dalam negeri, kunjungan SBY itu pun dikecam banyak pihak. Mengapa?

Presiden SBY perlu mengkaji ulang kunjungannya ke berbagai negara, sebab blusukan di dalam negeri, dinilai publik masih kurang. Sementara kunjungannnya ke luar negeri, terlalu sering sehingga menuai kecaman serta unjuk rasa. Bahkan para demonstran di Jerman mengklaim bahwa aksi ini didukung oleh individu dan organisasi-organisasi non-pemerintah di Indonesia.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon melayangkan kritik atas agenda Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang melakukan kunjungan ke luar negeri. Menurutnya, kunjungan kerja ke Jerman dan Hungaria hanya pemborosan anggaran negara.

Ia menyoroti salah satu agenda Presiden di Jerman, yakni menghadiri Pameran Pariwisata Internasional ITB (Internationale Tourismus Borse) sebagai langkah promosi pariwisata Indonesia. Padahal, kondisi ekonomi negara-negara di Eropa tengah krisis. Sehingga dikhawatirkan, upaya SBY itu bakal mubazir atau sia-sia.

Kita tahu bahwa di tengah kondisi krisis, sulit menjual pariwisata di Eropa. Mereka masih berjuang keras bertahan hidup. Jumlah wisatawan Eropa ke Indonesia pun turun enam persen. Hampir pasti, promosi wisata di tengah krisis pasti tak efektif.

Kunjungan kerja Presiden ke Jerman dan Hungaria waktunya terlalu berdekatan dengan kunjungan ke luar negeri sebelumnya. Pada 30 Januari-7 Februari 2013, Presiden melakukan kunjungan ke empat negara, yakni Liberia, Nigeria, Arab Saudi, dan Mesir.

Banyak kalangan meminta Presiden SBY untuk fokus mengurusi persoalan di dalam negeri. Seharusnya SBY datang ke Papua ketika 8 prajurit TNI dan 4 warga sipil tewas beberapa waktu lalu. Atau ke Ogan Komering Ulu dimana pertikaian personil TNI dan Polri begitu memalukan.

"Lebih baik di akhir periodenya SBY fokus pada urusan dalam negeri. Masih banyak masalah yang perlu dibenahi. Kunjungan ke luar negeri banyak hanya seremonial dan pencitraan. Blusukan di dalam negeri harus lebih diperbanyak," kata Fadli Zon.

Kunjungan Presiden SBY dengan agenda kurang strategis ini jelas merupakan pemborosan anggaran. Sebaiknya SBY juga lebih selektif dan harus membatasi kunjungan luar negerinya. Bulan lalu pergi ke Nigeria, padahal neraca perdagangan dengan Nigeria grafiknya flat sejak 15 tahun terakhir.

Para analis menilai, SBY telah menyia-nyiakan kesempatan untuk membangun ekonomi rakyat yang berebut pekerjaan. Bahkan ada yang menilai bepergian ke luar negeri sebagai salah satu bentuk pelarian SBY dari persoalan dan carut marut dalam negeri.

“SBY nampaknya doyan lari dari keruwetan di dalam negeri akibat carut marut kasus Century, Hambalang, Anas, IT KPU dan seterusnya. SBY sudah lelah, dan melemah citranya karena pemerintahannya tak efektif lagi,” kata Boni Hargens, pengamat politik. [berbagai sumber]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER