Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 1 Mei 2017 | 11:26 WIB

Kronologi Bentrok Aremania vs Bonek

Oleh : - | Jumat, 8 Maret 2013 | 10:32 WIB
Kronologi Bentrok Aremania vs Bonek
Aremania dan Bonek - IST
facebook twitter

INILAH.COM, Surabaya - Banyak versi kronologi bermunculan mengenai bentrokan yang melibatkan suporter Arema, Aremania, Bonek dan warga. Muncul versi bahwa akar bentrokan terjadi di sekitar tol Sidoarjo-Surabaya.

Pembina Bonek Q, Siti Nasyi'ah menjelaskan, kronologinya, sekitar Kamis (7/32013) siang, rombongan suporter Aremania yang melewati jalan tol, sempat berhenti di ruas-ruas tol. Mereka, menurut Nasyi'ah, menyerang warga di sekitar tol dengan lemparan batu.

Menurutnya, hal itulah yang memicu Bonek dan warga untuk bergabung. Mereka akhirnya membuat barikade untuk melindungi warga agar tidak menimbulkan korban yang lebih banyak lagi. "Korban paling parah di sekitar Sukomanunggal dan Simo. Di sana ada ibu-ibu dan balita yang menjadi korban. Mereka bahkan sempat berdarah-darah," ungkap Ita, sapaan akrabnya.

Selain itu, sebuah kios air mineral di daerah Ngesong juga menjadi korban lemparan batu Aremania. Kaca toko itu pecah. Ia menambahkan, berdasarkan pengakuan warga di sekitar tol, banyak oknum Aremania yang membawa senjata tajam. "Ada samurai, golok, clurit dan sebagainya. Saksi matanya banyak," jelasnya.

Situasi semakin memanas, Kamis malam. Banyak Bonek yang berkumpul di sekitar jembatan Ngesong. Menurut Ita, hal itu muncul setelah ada informasi terjadi pembacokan warga tak berdosa oleh oknum suporter Arema itu. "Misalnya tukang becak dan warga biasa. Semalam aku juga di Ngesong. Pusat massanya memang di situ," timpal Ita.

Atas hal ini, Ita menyesalkan ketidaksigapan aparat keamanan. "Kenapa aparat sampai kecolongan dengan adanya Arema yang membawa senjata tajam. Padahal info keberangkatan mereka juga dikawal polisi, lho," sesalnya.

Seperti yang diketahui, akibat bentrokan antara kedua suporter dan warga, banyak orang yang menjadi korban. Bahkan, satu korban, Erik Setiawan, warga Wringinanom, Gresik, meregang nyawa setelah dikeroyok oleh oknum Aremania di Jalan Wahidin Sudirohusodo, Gresik. [beritajatim]

Tags

x