Kamis, 24 April 2014 | 10:15 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kronologi Bentrok Aremania vs Bonek
Headline
Aremania dan Bonek - IST
Oleh:
nasional - Jumat, 8 Maret 2013 | 10:32 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Surabaya - Banyak versi kronologi bermunculan mengenai bentrokan yang melibatkan suporter Arema, Aremania, Bonek dan warga. Muncul versi bahwa akar bentrokan terjadi di sekitar tol Sidoarjo-Surabaya.

Pembina Bonek Q, Siti Nasyi'ah menjelaskan, kronologinya, sekitar Kamis (7/32013) siang, rombongan suporter Aremania yang melewati jalan tol, sempat berhenti di ruas-ruas tol. Mereka, menurut Nasyi'ah, menyerang warga di sekitar tol dengan lemparan batu.

Menurutnya, hal itulah yang memicu Bonek dan warga untuk bergabung. Mereka akhirnya membuat barikade untuk melindungi warga agar tidak menimbulkan korban yang lebih banyak lagi. "Korban paling parah di sekitar Sukomanunggal dan Simo. Di sana ada ibu-ibu dan balita yang menjadi korban. Mereka bahkan sempat berdarah-darah," ungkap Ita, sapaan akrabnya.

Selain itu, sebuah kios air mineral di daerah Ngesong juga menjadi korban lemparan batu Aremania. Kaca toko itu pecah. Ia menambahkan, berdasarkan pengakuan warga di sekitar tol, banyak oknum Aremania yang membawa senjata tajam. "Ada samurai, golok, clurit dan sebagainya. Saksi matanya banyak," jelasnya.

Situasi semakin memanas, Kamis malam. Banyak Bonek yang berkumpul di sekitar jembatan Ngesong. Menurut Ita, hal itu muncul setelah ada informasi terjadi pembacokan warga tak berdosa oleh oknum suporter Arema itu. "Misalnya tukang becak dan warga biasa. Semalam aku juga di Ngesong. Pusat massanya memang di situ," timpal Ita.

Atas hal ini, Ita menyesalkan ketidaksigapan aparat keamanan. "Kenapa aparat sampai kecolongan dengan adanya Arema yang membawa senjata tajam. Padahal info keberangkatan mereka juga dikawal polisi, lho," sesalnya.

Seperti yang diketahui, akibat bentrokan antara kedua suporter dan warga, banyak orang yang menjadi korban. Bahkan, satu korban, Erik Setiawan, warga Wringinanom, Gresik, meregang nyawa setelah dikeroyok oleh oknum Aremania di Jalan Wahidin Sudirohusodo, Gresik. [beritajatim]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
alwan
Jumat, 8 Maret 2013 | 11:12 WIB
klo nanyaknya sama pihak bonek ya gt2 aja jawabanya ,, payah
Bodoh Nekat
Jumat, 8 Maret 2013 | 11:05 WIB
LOGIKA: Aremania berangkat nonton pertandingan kok bisa tiba2 menyerang rumah warga?? ANEH!! KECUALI sebelumnya ada penyerangan & Aremania mencoba membalas, kemungkinan abg2 bonek (yang melempar aremania) berlarian ke arah pemukiman warga!! sehingga Aremania menyerang pemukiman!! LOGIKA
damai itu indah
Jumat, 8 Maret 2013 | 10:49 WIB
Polisi Bubarkan Bonek di Tol, Sebuah Truk Dibakar suarasurabaya.net| Setelah 5 jam menguasai jalan tol ruas Dupak hingga Satelit, para bonek di KM 5 hingga 6 dipukul mundur polisi. Operasi pembersihan jalan tol dari penguasaan ratusan bonek itu dipimpin langsung oleh Kombes Polisi Tri Maryanto Kapolrestabes Surabaya. Polisi bergerak dari arah Dupak dan menyisir ke arah Selatan menggunakan mobil water canon dan ratusan petugas Brimob serta Sabhara. Saat mendekat ke Jembatan Banyuurip, bonek menyambutnya dengan serangan lemparan batu. Hujan batu di Jembatan tol Banyuurip, petugas diserang bonek dari sisi Selatan tol dan dari bagian bawah jembatan tol. Sambil terus menembakkan gas air mata ke arah kerumunan bonek, polisi terus maju. Para bonek terlihat lari tunggang langgang setelah gas air mata ditembakkan bertubi-tubi. Sementara itu di Jl. Banyuurip bawah jembatan tol, polisi juga terlihat memburu para bonek. Bahkan diantara bonek yang tersudut di sebuah bank mendapat bogem mentah dari aparat kepolisian. Sejumlah bonek terlihat terluka. Tapi perlawanan bonek tak cukup di sana. Saat mundur ke arah Satelit, mereka sempat membakar sebuah truk sampah. Massa bonek yang semburat juga lari ke kampung-kampung sekitar Simo Kalangan. Kombes Polisi Tri Maryanto Kapolrestabes Surabaya pada suarasurabaya.net mengatakan pihaknya melakukan tindakan tegas membersihkan tol dari penguasaan bonek karena tindakan mereka sudah anarkis. "Tol harus dibuka. Mereka sudah anarkis," ujarnya. Saat berita ini ditampilkan, situasi berangsur tenang. Tapi udara di sekitar Simo dan tol KM 5 hingga 6 begitu menyengat bau gas air mata. Warga sekitar pun merasa terganggu dengan tembakan gas air mata. Saat serangan pertama oleh polisi sekitar pukul 20.00 WIB tadi, warga sekitar Jl. Simo Kalangan I resah. Selain karena gas air mata yang masuk kampung, ratusan bonek melarikan diri lewat kampung mereka.(edy)
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER