Jumat, 24 Oktober 2014 | 02:54 WIB
Follow Us: Facebook twitter
SBY: Jangan Ganggu Stabilitas Politik Nasional
Headline
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono - inilah.com/Ardhy Fernando
Oleh:
nasional - Minggu, 3 Maret 2013 | 09:59 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta semua pihak dan kelompok elite politik untuk tidak mengganggu stabilitas politik nasional menjelang Pemilu 2014.

"Saya tentu mengikuti dan memantau dinamika politik di negeri kita saat ini, tepatnya dinamika politik pada elite politik dan komunitas tertentu," kata presiden dalam keterangan pers di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Minggu (3/3/2013), sesaat sebelum bertolak menuju Jerman dan Hungaria.

Kepala Negara meminta semua pihak tetap dalam koridor demokrasi dan aturan hukum yang ada dalam menyikapi dinamika politik yang terjadi dalam sepekan terakhir ini.

Presiden mengatakan dinamika politik yang terjadi dalam sepekan terakhir diawali dengan penetapan status tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang kemudian dalam wacana yang ada di kalangan masyarakat dan elite politik terjadi campur aduk antara hukum dan politik.

"Sementara untuk masalah politik saya pantau dan tahu, informasi, saya hanya berharap pada elite politik dan kelompok tertentu tetap ada pada koridor demokrasi, itu sah, tapi kalau lebih dari itu apalagi dengan rencana membuat gonjang ganjing negara dan pemerintah tidak bisa bekerja saya khawatir justru akan menyusahkan rakyat," kata presiden.

Kepala Negara meminta agar situasi politik dan keamanan dalam negeri tetap terjaga menjelang Pemilu 2014.

"Tahun ini dan tahun depan seharusnya situasi politik dijaga dengan baik sehingga pemilu bisa berlangsung dengan baik, kalau dibuat goncang dan stabil dan dibuat masalah yang seharusnya tidak ada masalah itu amat tidak baik," kata SBY.

Presiden mengatakan masyarakat Indonesia memiliki pemikiran yang jernih sehingga tidak mudah diombangambingkan oleh isu yang tidak pasti. Kondisi dalam negeri di bidang ekonomi dan politik yang telah ada selama ini, kata dia, hendaknya dapat dijaga dengan baik sehingga tidak merugikan kepentingan masyarakat.

Presiden didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri bertolak ke Jerman dan Hungaria pada Minggu pagi pukul 08.45 WIB untuk kunjungan kerja hingga akhir pekan depan. [ant/yeh]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER