Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 30 Juni 2015 | 10:27 WIB
Hide Ads

Kejagung Periksa 6 Saksi Dugaan Korupsi Kementan

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Sabtu, 2 Maret 2013 | 01:13 WIB
Kejagung Periksa 6 Saksi Dugaan Korupsi Kementan
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Terkait kasus dugaan korupsi pengadaan bibit padi, jagung dan kedelai untuk petani oleh PT Sang Hyang Seri (SHS) di Kementerian Pertanian, Kejaksaan Agung terus melakukan pemeriksaan.

Usai memeriksa warga dan petani beberapa waktu lalu, Kamis (28/2/2013) kemarin, tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung memeriksa enam saksi dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura, Tulang Bawang, Lampung dan dua mantan General Manager (GM) PT SHS.

Pemeriksaan dititikberatkan pada proses dan mekanisme penyaluran benih dari PT SHS ke petani di wilayah Tulang Bawang, melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Tulang Bawang, Lampung.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi mengatakan enam saksi yang diperiksa yakni, Kepala Bidang Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Tulang Bawang Nurhasanah dan Kepala Bagian Keuangan PT SHS kantor Regional V Lampung, Setiawan.

Selain dua nama tersebut pemeriksaan juga dilakukan terhadap Manager Produksi PT SHS kantor Regional V Lampung Sopyan, Assisten Manager Produksi PT SHS Sujai, mantan GM Kantor Regional V Lampung 2008-2011 Supianto, dan mantan GM Kantor Regional V Lampung 2011-2012.

"Pemeriksaan pada pokoknya mengenai proses dan mekanisme penyaluran benih dari PT SHS ke petani di wilayah Tulang Bawang melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Tulang Bawang, Lampung," kata Untung, Jumat (1/3/2013).

Seperti diketahui, kasus ini terjadi tahun 2008 sampai dengan 2012, Kementerian Pertanian menunjuk PT SHS (Persero) untuk mengadakan pengadaan benih untuk keperluan program benih bersubsidi, Cadangan Benih Nasional (CBN) dan Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU).

Tahun 2012 dilakukan seolah-olah lelang atau tender dan pemenangnya tetap PT SHS. Sedangkan, biaya pengelolaan Cadangan Benih Nasional (CBN) yang dilakukan oleh PT SHS (Persero) dari tahun 2009 sampai 2011 adalah sebesar biaya pemeliharaan CBN di Kantor Regional.[jat]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.