Rabu, 26 November 2014 | 16:52 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Anas Mulai Sentuh Keterlibatan Ibas?
Headline
inilah.com
Oleh: Herdi Sahrasad
nasional - Kamis, 28 Februari 2013 | 06:50 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Mengejutkan bahwa akhirnya, apa yang ditunggu-tunggu publik dan media, sangat mungkin terungkap yakni Mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum bersedia menyingkapkan keterlibatan Sekjen DPP Partai Demokrat Ibas Yudhoyono dalam kasus Hambalang. Relasi Anas dan Ibas dikenal publik sangat erat. Lalu, bagaimana kemungkinannya?

Anas mengaku pernah ikut dalam pertemuan antara M Nazaruddin dan politisi senior Demokrat Amir Syamsuddin terkait kasus Hambalang. Saat itu, Amir meminta keterangan Nazar terkait aliran uang Hambalang. Pada rapat itu, Anas mengaku hanya mendengarkan penjelasan Nazar kepada Amir.

Apakah Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas turut menikmati aliran dana Hambalang? "Pak Amir-lah yang lebih pas (menjelaskannya)," kata Anas singkat pada wawancara dengan RCTI, Rabu (27/2/2013).

Ketika kali pertama kasus Hambalang mencuat, Anas pernah dikabarkan membawa Nazar ke kediaman Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Anas menyebutkan, penjelasan Nazar terkait aliran uang Hambalang cukup mengejutkan. Anas mengatakan, beberapa orang memang turut menikmati uang Hambalang. Terkait nama-namanya, Anas belum mau menyebutkan.

Ketika dikejar dengan pertanyaan soal beredarnya tudingan bahwa Ibas turut menikmati uang yang diduga suap tersebut, Anas hanya menjawabnya secara singkat. "Saya hanya ikut rapat dan mendengarkan. Jadi, kalau hadist, rawuh-nya Pak Amir. Kecuali Pak Amir pas ditanya tak mau menjelaskan, pemain penggantinya adalah saya," kata Anas.

Dalam kaitan ini, sebelumnya soal dugaan keterlibatan Ibas dalam skandal Hambalang, secara personal Ibas telah menyangkalnya. "Janganlah membawa isu dengan mengaitkannya ke saya. Semua itu ngawur dan diada-adakan, mengada-ada. Semoga hukum tegak lurus," kata Ibas.

Ibas menyebut tudingan Nazar bahwa dirinya pernah menyaksikan penyerahan uang Hambalang dalam jumlah milyaran rupiah sebagai skenario politik. "Seribu persen, saya ulangi, seribu persen, berita itu tidak benar," kata Ibas.

Terkait penyelesaian kasus Hambalang, para analis mendesak agar semua pihak dan masyarakat hendaknya menghormati proses hukum yang berjalan di KPK. Anas menyatakan, pihaknya juga tak berada dalam posisi mendoakan dan mendorong orang lain untuk celaka.

Ketika ditanya apakah dirinya akan mengungkapkan orang-orang yang diyakininya menerima uang Hambalang, Anas kembali memberikan jawaban singkat yang diplomatis "Ada tugas penting yang saya lakukan. Ukurannya adalah penting. Meski kecil, kita harus berpikir untuk hal-hal yang besar. Urusan-urusan, yang mungkin kurang penting, tidak akan saya lakukan. Tetapi, nanti tergantung pertimbangan-pertimbangan penting," kata Anas. Menurutnya, segala pertimbangan masih terbuka. "Tidak ada yang titik. Yang ada adalah koma," katanya.

Isitilah koma itu identik dengan pernyataan Anas mengenai kasus yang menyangkut dirinya bahwa hal itu baru lembaran pertama, masih ada lembaran kedua, ketiga dan seterusnya.

Hal ini menurut para analis menunjukkan isyarat bahwa Anas dkk melakukan perlawanan atas Cikeas dan ia boleh jadi bakal mengungkap seterang-terangnya kasus Hambalang, Century, IT KPU dan korupsi kakap lainnya demi keadilan dan kebenaran serta kepentingan bangsa dan negara, agar jelas duduk perkaranya. Agar jelas siapa yang salah dan benar, dan tentu pihak yang salah harus bertanggung jawab secara hukum.

Dalam hal ini, Presiden SBY berulangkali menegaskan bahwa hukum yang adil harus ditegakkan dan tidak tebang pilih. Pernyataan SBY ini harus menjadi pegangan KPK agar kredibilitas dan citra KPK dalam memberantas korupsi tetap terjaga.

Kalaupun berdasarkan laporan Anas ternyata KPK kelak punya bukti bahwa Ibas Yudhoyono terlibat kasus Hambalang, maka lembaga antikorupsi itu haruslah bersikap profesional, independen, adil dan transparan agar semuanya diproses seterang-terangnya, seadil-adilnya dan sejujur-jujurnya.

Tidak ada orang yang mau jadi korban ketidakadilan, demikian halnya Ibas tentunya. Kini publik menanti penuntasan KPK atas semua kasus terkait skandal Hambalang ini. [berbagai sumber]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER