Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 31 Juli 2015 | 22:23 WIB
Hide Ads

Ibas: Ada yang Mainkan Lagu Lama!

Oleh : Marlen Sitompul | Rabu, 27 Februari 2013 | 19:20 WIB
Ibas: Ada yang Mainkan Lagu Lama!
Putra bungsu SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono - inilah.com/Ardhy Fernando

INILAH.COM, Jakarta - Putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas menepis tudingan terkait keterlibatannya dalam kasus korupsi pembangunan pusat pelatihan dan pendidikan olahraga, di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat itu menegaskan, tudingan keterlibatannya dalam kasus Hambalang adalah fitnah. "Saya katakan tudingan tersebut tidak benar dan tidak berdasar. 1.000 persen saya yakin kalau saya tidak menerima dana dari kasus yang disebut-sebut selama ini," kata Ibas, kepada wartawan, Jakarta, Rabu (27/2/2013).

Kata Ibas, tudingan tersebut seperti lagu lama yang diulang-ulang. Oleh sebab itu, dia berharap agar opini-opini yang beredar di publik agar dapat dipertanggungjawabkan.

"Saya harap masyarakat dapat melihat ini secara jernih dan tidak terpengaruh dengan opini-opini yang beredar," ujarnya.

Untuk itu, Ibas justru mendorong agar penuntasan kasus korupsi di Kemenpora itu dapat berjalan seadil-adilnya. "Silakan kasus ini dibuka selebar-lebarnya dan kita berikan kesempatan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan pihak pengadilan untuk menuntaskan kasus ini dengan adil dan transparan," terang Ibas

Diketahui, dalam wawancara dalam salah satu stasiun televisi swasta, Anas menyebutkan keterlibatan Ibas dalam kasus korupsi yang melibatkan Anas dan mantan Menpora Andi Mallarangeng. Sementara, berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan, Ibas menerima uang dari PT Anugrah Nusantara, milik bekas bendahara umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

Dari data keuangan milik Yulianis yang merupakan direktur Keuangan PT Anugrah itu tercatat jika Ibas menerima uang sebesar US$900 ribu atau senilai Rp 8 miliar lebih, pemberian uang itu terbagi menjadi 4 kali.

Pada tanggal 29 April 2010, Ibas menerima uang dua kali. Pertama sebesar US$500 ribu lalu yang kedua US$100 ribu. Pada tanggal 30 April 2010 Ibas kembali menerima dua kali uang dari PT Anugrah Nusantara sebesar US$200 ribu dan US$100 ribu.

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.