Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Maret 2019 | 03:01 WIB

Sprindik Anas, Todung Berharap KPK Jujur

Oleh : Renny Sundayani | Kamis, 14 Februari 2013 | 15:41 WIB

Berita Terkait

Sprindik Anas, Todung Berharap KPK Jujur
Pengacara senior Todung Mulya Lubis - inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta - Pengacara senior Todung Mulya Lubis berharap Komisi Pemberantansan Korupsi (KPK) bersikap jujur dalam penegakan hukum dan tidak menjadi alat kepentingan politik.

Hal ini menyusul beredarnya surat perintah penyidikan (sprindik) yang menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Anas Ubanigrum sebagai tersangka.

"KPK harus melawan itu. Dan KPK harus mencoba bersikap jujur dalam penegakan hukum, tidak menjadi alat kepentingan politik siapapun," tegas Todung usai meluncurkan buku 'Catatan Harian Todung Mulya Lubis' di Aula Gedung MK, Jakarta, Kamis (14/2/2013).

Ia menjelaskan KPK akan selalu dihadapkan pada tantangan-tantangan bukan saja hukum tapi juga politik. Menurut dia, KPK bisa saja terombang ambing, terbelah, dalam kondisi semacam ini.

"Ini menunjukkan bahwa KPK tidak hidup dalam ruang hampa politik. KPK hidup dalam tarik menarik politik yang kencang sekarang ini. Tapi kan kita semua berharap KPK tidak goyah. KPK akan tetap tegar menghadapi semua tantangan," ujar dia.

Todung juga merasa heran atas sikap KPK yang katanya telah ada Sprindik namun dibantah. Sehingga hal itu menimbulkan kontroversi di tengah publik.

"Ini kan menimbulkan kontroversi. Katanya sudah ada sprindik, tapi ternyata tidak ada. Sudah ada tanda tangan kemudian dicabut. Ini menimbulkan kebingungan publik. Publik akan bertanya ada apa dengan KPK, kenapa dicabut? Kenapa bocor sprindiknya? Jadi publik bingung," ujarnya.

Aktivis HAM itu meminta KPK dibawah komando Abraham Samad segera memperbaiki kinerjanya menyusul kebocoran sprindik tersebut. Jika masih melakukan kesalahan yang sama, maka reputasi KPK diragukan.

"Kalau ini tidak diperbaiki dan kedepan KPK masih mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama, maka akan kehilangan kredibilitas. KPK akan kehilangan nama baik, reputasi ini yang dipertaruhkan KPK saat ini," tegas Todung.

Dia menambahkan, KPK tidak bisa kompromi. "Kalau sudah ada sprindik ya katakan itu sprindik. "Kalau belum ada ya belum ada. Jangan bermain-main, masalahnya ini nasib manusia, nasib korupsi yang disidik," ujarnya. [yeh]

Komentar

x