Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 30 Agustus 2015 | 06:31 WIB
Hide Ads

Jangan Nodai Kampanye Pilgub Jabar

Oleh : - | Kamis, 7 Februari 2013 | 08:15 WIB
Jangan Nodai Kampanye Pilgub Jabar
Hari ini, proses Pemilukada Jabar memasuki tahapan krusial. Sejak hari ini hingga 20 Februari mendatang, lima pasangan calon akan menjalani kampanye.

INILAH, Bandung - Hari ini, proses Pemilukada Jawa Barat memasuki tahapan krusial. Sejak hari ini hingga 20 Februari mendatang, lima pasangan calon akan menjalani kampanye. Inilah saatnya menjual program untuk merebut suara rakyat Jabar.

Proses kampanye sendiri diawali dengan penyampaian visi dan misi dalam Sidang Paripurna DPRD Jabar hari ini. Besoknya, selain kampanye sesuai zonasi yang sudah ditentukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, ada pula debat kandidat di salah satu stasiun televisi nasional.

Kenapa kita memberi garis tebal untuk menjual program? Karena yang terjadi selama masa sosialisasi, kita rasakan, adalah bukan proses demokrasi yang tidak sepenuhnya sehat. Yang terjadi adalah proses pembusukan yang dilakukan kandidat terhadap kandidat lainnya. Proses kampanye hitam karena masa sosialisasi yang cenderung abu-abu.

Ketika gubernur petahana, atau wakil gubernur petahana, melaksanakan tugas-tugasnya, tudingan yang muncul adalah kampanye terselubung. Ketika gubernur-wakil gubernur saat ini menjalankan program-program yang disusun berdasarkan pengesahan DPRD, masih saja mencuat tuduhan-tuduhan tak pantas.

Itulah yang terjadi, misalnya, ketika Pemprov Jabar menjalankan program bantuan dana Pembangunan Infrastruktur Desa. Ada yang hendak menghalang-halangi, menunda pencairannya, karena dekat dengan Pemilukada. Padahal, ada proses, ada program, ada ketentuan untuk itu. Tidak bisa gubernur-wakil gubernur serta-merta mencairkan dana itu tanpa pertanggungjawaban yang jelas. Kalau kemudian pencairan itu betul-betul ditunda, jangan-jangan nanti akan muncul pula tudingan, pemerintah tidak berpihak pada rakyat desa.

Sudah menjadi kebiasaan kita, selalu memandang sesuatu dengan rasa curiga. Sudut pandangnya bukan fairness, melainkan kecurigaan. Memang begitulah demokrasi kita. Demokrasi yang membuat kita mengurut dada karena demokrasi tak pernah mendewasakan kita.

Itulah sebabnya, kita merasa bersyukur, masa yang abu-abu itu, masa penuh kecurigaan dan kadang memunculkan fitnah, sudah terlewati. Kini, masyarakat Jabar punya kesempatan melihat bagaimana calon pemimpinnya akan menjadikan Tanah Pasundan ini lima tahun ke depan. Masyarakat akan melihat visi-misi dan tentu saja menilai apakah kandidat tersebut bisa menjalankan program yang diusungnya. Artinya, masyarakat juga mesti melek agar jangan terbuai oleh janji-janji hampa semata.

Kita, dalam kesempatan ini, mengimbau para pasangan calon gubernur-wakil gubernur, juga tim suksesnya, untuk mengajarkan kedewasaan berdemokrasi kepada masyarakat Jabar. Satu yang harus diingat, pesta demokrasi di Jabar adalah upaya bagaimana mencari pemimpin terbaik, bukan memaksakan pemimpin yang sesuai keinginan segelintir atau sekelompok orang.

Jadi, mulai sekarang, hentikanlah kampanye hitam, stop pembusukan-pembusukan terhadap lawan. Sampaikan visi-misi dan program kerja yang cerdas. Niscaya, rakyat Jawa Barat akan memilih pemimpin terbaik untuk membangun Tanah Pasundan lima tahun ke depan. Selamat berkampanye. [den]

1 Komentar

Image Komentar
GIOPRANANDA - Kamis, 7 Februari 2013 | 10:42 WIB
Karena main kotor untuk dapet kesuksesan udah gak jaman lagi bos. selamat memilih! selamat bekerjasama menjaga situasi aman dan kondusif!

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.