Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 1 Mei 2017 | 11:20 WIB

Tragedi Korupsi Ibarat Tsunami PKS

Oleh : Herdi Sahrasad | Kamis, 31 Januari 2013 | 12:43 WIB
Tragedi Korupsi Ibarat Tsunami PKS
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq - inilah.com/Ardhy Fernando
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Tidak dinyana bahwa Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq justru membawa partai Islam itu ke jurang gelap dan dalam. Luthfi tersedak isu rasuah atau korupsi. Benarkah?

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan Ketua Umum DPP PKS itu sebagai tersangka kasus dugaan suap impor daging sapi. Surat penahanan atas nama Luthfi sudah ditandatangani. KPK juga menyita uang Rp1 miliar dari proses tangkap tangan kasus dugaan suap pengurusan impor daging sapi.

Informasi dari KPK menyebutkan kalau nilai uang komitmen (korupsi atau rasuah alias suap) yang dijanjikan jumlahnya mencapai Rp40 miliar. Adapun, uang Rp1 miliar yang disita KPK itu hanyalah uang muka untuk operasional. Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, pihaknya masih menelusuri apakah pemberian uang Rp1 miliar ini merupakan yang pertama atau yang kesekian kalinya.

Kasus korupsi yang menggelayuti Luhtfi telah merusak kepercayaan publik pada PKS. Pengamat politik UIN Jakarta Burhanuddin Muhtadi menilai penetapan tersangka Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq oleh KPK menjadi tsunami besar terhadap partai Islam berpengaruh ini.

Pasalnya, yang tersangkut kasus korupsi itu adalah seorang ketua umum yang masih aktif di parpol berlabel Islam. Tragedi ini betul-betul meruntuhkan PKS. Tak hanya itu, kasus ini sangat mempengaruhi elektabilitas PKS menjelang Pemilu 2014. Peluang PKS akan anjlok, mengingat opini yang akan terbentuk setelah adanya penetapan tersangka ini oleh KPK.

Luthfi adalah ujung tombak partai itu, sehingga ketika ia terjerat kasus korupsi, kata Burhanuddin Muhtadi, partainya akan mendapat tantangan besar ke depan.

Bisa jadi kepercayaan publik terhadap PKS menurun. Publik akan mempertanyakan slogan partai ini yang mengaku Bersih dan Peduli. "Di mana bersihnya? Publik akan bertanya-tanya," kata Burhanuddin.

Seperti diketahui, Luthfi dijadikan tersangka dalam kasus dugaan suap Rp1 miliar untuk pengurusan proyek impor daging. Ia dijerat dengan pasal 12 a atau b atau pasal 5 ayat 3 atau pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ia dijadikan tersangka bersama sekretaris pribadinya.

Kasus Luthfi mengejutkan banyak pihak, termasuk Ketua Fraksi PKS DPR Hidayat Nur Wahid. Hidayat sangat kaget saat mendengar kabar penetapan tersangka Luthfi dalam kasus dugaan suap impor sapi oleh KPK. Hidayat mengatakan bahwa sejak sore tadi sempat melakukan rapat DPP PKS yang juga dihadiri Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

Hidayat boleh saja tidak tahu, namun publik terlanjur tahu kasus hitam kelam itu. Sehingga PKS harus siap menerima celaan publik dan konstituennya. Inilah hari-hari bagi para politisi PKS untuk menerima kenyataan bahwa mereka kini bermuram durja dan bisa rebah karena dihantam isu rasuah.

Bagi PKS, kasus itu bakal begitu pahit dan buruk dampaknya. Islam politik, untuk kesekian kali, kehilangan kepercayaan dan idola. [berbagai sumber]

x