Sabtu, 29 November 2014 | 16:38 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tragedi Korupsi Ibarat Tsunami PKS
Headline
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq - inilah.com/Ardhy Fernando
Oleh: Herdi Sahrasad
nasional - Kamis, 31 Januari 2013 | 12:43 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Tidak dinyana bahwa Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq justru membawa partai Islam itu ke jurang gelap dan dalam. Luthfi tersedak isu rasuah atau korupsi. Benarkah?

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan Ketua Umum DPP PKS itu sebagai tersangka kasus dugaan suap impor daging sapi. Surat penahanan atas nama Luthfi sudah ditandatangani. KPK juga menyita uang Rp1 miliar dari proses tangkap tangan kasus dugaan suap pengurusan impor daging sapi.

Informasi dari KPK menyebutkan kalau nilai uang komitmen (korupsi atau rasuah alias suap) yang dijanjikan jumlahnya mencapai Rp40 miliar. Adapun, uang Rp1 miliar yang disita KPK itu hanyalah uang muka untuk operasional. Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, pihaknya masih menelusuri apakah pemberian uang Rp1 miliar ini merupakan yang pertama atau yang kesekian kalinya.

Kasus korupsi yang menggelayuti Luhtfi telah merusak kepercayaan publik pada PKS. Pengamat politik UIN Jakarta Burhanuddin Muhtadi menilai penetapan tersangka Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq oleh KPK menjadi tsunami besar terhadap partai Islam berpengaruh ini.

Pasalnya, yang tersangkut kasus korupsi itu adalah seorang ketua umum yang masih aktif di parpol berlabel Islam. Tragedi ini betul-betul meruntuhkan PKS. Tak hanya itu, kasus ini sangat mempengaruhi elektabilitas PKS menjelang Pemilu 2014. Peluang PKS akan anjlok, mengingat opini yang akan terbentuk setelah adanya penetapan tersangka ini oleh KPK.

Luthfi adalah ujung tombak partai itu, sehingga ketika ia terjerat kasus korupsi, kata Burhanuddin Muhtadi, partainya akan mendapat tantangan besar ke depan.

Bisa jadi kepercayaan publik terhadap PKS menurun. Publik akan mempertanyakan slogan partai ini yang mengaku Bersih dan Peduli. “Di mana bersihnya? Publik akan bertanya-tanya," kata Burhanuddin.

Seperti diketahui, Luthfi dijadikan tersangka dalam kasus dugaan suap Rp1 miliar untuk pengurusan proyek impor daging. Ia dijerat dengan pasal 12 a atau b atau pasal 5 ayat 3 atau pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ia dijadikan tersangka bersama sekretaris pribadinya.

Kasus Luthfi mengejutkan banyak pihak, termasuk Ketua Fraksi PKS DPR Hidayat Nur Wahid. Hidayat sangat kaget saat mendengar kabar penetapan tersangka Luthfi dalam kasus dugaan suap impor sapi oleh KPK. Hidayat mengatakan bahwa sejak sore tadi sempat melakukan rapat DPP PKS yang juga dihadiri Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

Hidayat boleh saja tidak tahu, namun publik terlanjur tahu kasus hitam kelam itu. Sehingga PKS harus siap menerima celaan publik dan konstituennya. Inilah hari-hari bagi para politisi PKS untuk menerima kenyataan bahwa mereka kini bermuram durja dan bisa rebah karena dihantam isu rasuah.

Bagi PKS, kasus itu bakal begitu pahit dan buruk dampaknya. Islam politik, untuk kesekian kali, kehilangan kepercayaan dan idola. [berbagai sumber]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
Joto Carlos
Jumat, 1 Februari 2013 | 00:00 WIB
settingan atau konspirasi masih merajalela.....ada aktor intelektual di belakang semua permainan ini .......master plan perampingan partai di pemilu yang akan datang sudah mulai nampak tapi dengan cara yang tidak fair....!!!! inilah wajah perpolitikan negeri Kita yang super kotor menghalalkan segala trik licik demi kepuasan diri dengan meraup capital dengan cara kurang ajar......!!!!! kebenaran selalu dan akan tetap selalu menang......PRIBUMI DALAM BELENGGU....
wasil
Kamis, 31 Januari 2013 | 17:18 WIB
siapa lagi yang bisa dipercaya di negeri ini ya
musleh
Kamis, 31 Januari 2013 | 14:07 WIB
Kebenaran hanya milik Allah, Allah jualah nanti yg membuka siapa yg Salah & Spa yg Benar "Hasbunallah wani'mal wakil, ni'mal maula wani'man nashir".
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER