Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 5 September 2015 | 08:10 WIB
Hide Ads

Presiden PKS Tersangka Korupsi?

Oleh : Firman Qusnulyakin | Rabu, 30 Januari 2013 | 21:11 WIB
Presiden PKS Tersangka Korupsi?
Luthfi Hasan Ishaaq - inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan proses pemeriksaan maraton hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Selasa (29/1/2013) malam.

Pasca melakukan gelar perkara, KPK kemudian juga menetapkan beberapa tersangka dalam kasus penyuapan terkait impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Salah satu tersangka berinisial LHI. Belum dijelaskan siapa LHI yang dimaksud. Namun, karena itu merujuk pada anggota DPR, maka itu salah satunya Luthfi Hasan Ishaaq, Presiden Partai keadilan Sejahtera (PKS) yang juga anggota Komisi I DPR.

Menurut juru bicara KPK Johan Budi SP, penetapan tersangka itu karena KPK telah menemukan dua alat bukti. Selain LHI, tersangka lainnya adalah AF dan JE. AF diduga Ahmad Fathonah dan JE diduga Juard Effendi, Direktur Utama Indoguna) serta AAE (salah satu direktur Indoguna).

JE dan AAE menyerahkan uang senilai Rp1 miliar pada AF di kantor Indoguna di kawasan Pondok Bambu Jakarta Timur. Dari tempat tersebut, AF membawah uang tersebut ke hotel Le Meridien sebelum kemudian diserahkan kepada LHI. [tjs]

Tag :

3 Komentar

Image Komentar
MUSTAMAR - Jumat, 1 Februari 2013 | 14:15 WIB
Ternyata pks juga berisi orang-orang yg tidak "istikhomah", dan allah itu tidak buta dan tuli.
Image Komentar
ADELIA VERONIKA - Kamis, 31 Januari 2013 | 18:31 WIB
Masyarakat selama ini sudah dirugikan dengan keberadaan daging impor yang menjamur dimana-mana, padahal peredarannya sudah dibatasai pemerintah. ternyata pks yang menjadi dalangnya.
Image Komentar
SABASUKI - Rabu, 30 Januari 2013 | 23:43 WIB
Wah, punya nyali besar tuh kpk.. berani-beraninya menangkap presiden pks kalau memang berita tuh bener, wong presiden kok ditangkap....!? apalagi partai yang memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan.... tapi yo saya kurang tahu utk kesejahteraan siapa coba...?!

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.