Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 1 September 2015 | 06:47 WIB
Hide Ads

Inilah Penyebab Kerusuhan di Sumbawa

Oleh : Renny Sundayani | Rabu, 23 Januari 2013 | 15:02 WIB

Berita Terkait

Inilah Penyebab Kerusuhan di Sumbawa
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (KaroPenmas) Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar - inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta - Polri memastikan kerusuhan yang terjadi di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat pada Selasa (22/1/2013) kemarin, akibat kesalahpahaman peristiwa kecelakaan yang berkembang menjadi isu lain.

"Kita duga sebagai miss komunikasi dan informasi terkait adanya korban akibat kecelakaan lalu lintas. Infonya ini diisukan akibat dari penganiayaan yang mengakibatkan reaksi keluarga dan menggerakkan sejumlah orang untuk bersikap anarkis," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (KaroPenmas) Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar di Humas Polri, Jakarta, Rabu (23/1/2013).

Pemicu kerusuhan itu bermula saat sepasang sejoli hendak menuju Sumbawa dari Desa Kanar, Sumba Besar, Sabtu (19/1/2013), sekitar pukul 23.00 Wita, dengan menggunakan Yamaha Mio DK 2861 WY. Saat berada di Kilometer 15-16 motor yang ditumpangi mengalami kecelakaan. Dari kasus kecelakaan lalu lintas itu kemudian berkembang liar menjadi isu pemerkosaan dan berujung pada aksi perusakan. "Ada aksi anarkis, yang dilakukan oleh sekitar 200 orang yang melakukan pengerusakan," kata Boy.

Massa yang telah terhasut itu lantas merusak 13 unit rumah, 2 toko, dan sebuah hotel di sana. Meski tak ada korban jiwa, fasilitas publik tersebut rusak parah dan menimbulkan kerugian materil.

Meski kondisi masyarakat kini telah kondusif, Polri meminta agar masyarakat Sumbawa tak mudah terprovokasi atas isu-isu yang tak jelas. "Hentikan cara-cara kekerasan dalam menyelesaikan masalah, kita berharap dapat duduk, dialog menyelesaikan persoalan yang ada," katanya. [mvi]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.