Jumat, 25 Juli 2014 | 08:33 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Internal NasDem Konflik, Soliditas Hancur
Headline
pengamat politik dari Universitas Indonesia, Bonie Hargens - Ist
Oleh: Marlen Sitompul
nasional - Senin, 14 Januari 2013 | 10:13 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Kabar tidak sedap kembali menerpa Partai Nasional Demokrat (NasDem). Rio Patrice Capella dan Ahmad Rofiq akan dipecat sebagai Ketua Umum dan Sekjen Partai NasDem. Kabar pemecatan terhadap Rio dan Rofiq sudah tersiar sampai ke telinga pengamat.

"Saya sudah mendengar kabar pemecatan ini. Ini merupakan buntut pertarungan antara kelompok orang tua dan kelompok anak muda di Partai NasDem," kata pengamat politik dari Universitas Indonesia, Bonie Hargens, di Jakarta, Minggu (13/1/2013) malam.

Bagi Bonie kabar pemecatan Rio dan Rofiq tidaklah mengagetkan. Karena kelompok orang tua yang sebelumnya tidak mau NasDem berubah dari ormas menjadi partai, sudah sejak lama mendorong agar Surya Paloh selaku ketua majelis tinggi partai mengambilalih kepengurusan partai. Mereka sadar masa depan partai sangat moncreng seiring grafik popularis yang terus mengalami peningkatan.

Kalau jadi dipecat, Rio dan Rofiq bukanlah korban baru dari cara-cara kasar yang dilakukan kelompok tua dalam upaya mengambilalih kendali partai. Sebelumnya, Saiful Haq dipecat sebagai Sekjen DPP Garda Pemuda Nasional Demokrat karena lebih memilih mendorong pencalonan Hary Tanoesoedibjo sebagai ketua umum partai. Kelompok orang tua juga sukses mendepak Jeffry Geofani yang tidak hengkang dari NasDem, tetapi secara politis perannya sudah dikucilkan.

"Protes Rofiq dan kalangan anak muda lainnya yang dilabeli dengan kelompok Hary Tanoe sangat logis. Mereka merasa dicampakkan padahal merekalah yang bersusah payah mengurus dan membesarkan partai sampai lolos verifikasi faktual dan dinyatakan KPU jadi peserta pemilu," imbuhnya.

Menurut Bonie konflik yang terjadi antara kelompok orang tua dan muda tidak bisa terus dibiarkan. Konflik bisa semakin meluas yang pada akhirnya membuat soliditas partai hancur dan mesin partai mogok.

"Upaya Surya Paloh mendongkel kepengurusan partai akan berakibat fatal. Perlu segera dilakukan upaya rekonsiliasi untuk mendamaikan situasi. Kalau tidak akan percuma saja. Nanti Surya Paloh maju (nyapres) dengan kereta kosong," ucapnya. [rok]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
11 Komentar
semar
Jumat, 18 Januari 2013 | 07:20 WIB
semboyan "gerakan perubahan" diganti aja jadi "nasdem perubahan gerakan"
Arie Setiawan
Kamis, 17 Januari 2013 | 23:26 WIB
blm apa2 udh konflik, ketauan tuh surya paloh ga konsisten jd org!!! dulu bilangnya nasdem yg dia pimpin tetap jd ORMAS & ga akan jd PARPOL tp ternyata ngiler jg pengen jd ketum setelah PARPOL Nasdem lolos verifikasi peserta pemilu 2014. Pantes aja Sultan Hamengkubuwono keluar jd Ormas Nasdem, mungkin dia udah tau gelagat yg ga baik
turisno kemit
Kamis, 17 Januari 2013 | 10:26 WIB
Untung kejadiannya sebelum Pemilu 2014. Kalau setelah 2014 dan ternyata Nasdem yang memenangi Pemilu, Rakyat akan kuciwo sekali. Keluar dari mulut Macan Bongsor masuk ke mulut Singa Bongsor
wa-one
Rabu, 16 Januari 2013 | 20:01 WIB
Cocok dengan iklannya "perubahan", jadi ya memang harus berubah, ada berantemnya, kalau nggak gitu ya namanya nggak ada "perubahan"
Abu
Rabu, 16 Januari 2013 | 15:24 WIB
Perubahan,..ya, perubahan menuju kehancuran,. rakyat ga bodoh, rakyat dari dulu udah sering dikibulin partai jadi ga usah banyak iklan.
gambleh
Rabu, 16 Januari 2013 | 14:37 WIB
ketauan deh aslinya...hahaha...sory2 aja ya..gak tertarik ama yg namanya NASDEM..sampe kapanpun...!!!
Suryo Tak Palu
Rabu, 16 Januari 2013 | 13:55 WIB
Sejak awal niatnya dah gak tulus. Nasdem dulu gak akan menjadi Partai. Tp nyatanya malah Berpolitik praktis...Jangan mimpi dpt dukungan besar deh..Rakyat dah capek di kibulin para Politisi.
m
Rabu, 16 Januari 2013 | 10:27 WIB
awas ati2 iklan di setiap TV, ingin ada perubahan Di Republik ini ? tapi belum apa2 dah pada ribut di internal Partainya ? gimana nanti nya?
hadi
Rabu, 16 Januari 2013 | 09:16 WIB
blm jelas suaranya brp dah ribut....mimpi semua...ancur aja dah....awalnya kan semua barisan sakit hati yg kalah di munas golkar...bahaya kalo yg begini jd penguasa....
muh najmi
Selasa, 15 Januari 2013 | 23:36 WIB
tadinya saya sangat simpatik dengan munculnya partai baru dengan komitmen Restorasi Indonesia. Saya fikir itu sangat bagus untuk Indonesia kedepan. Namun seiring berjalan waktu sepertinya harapan tinggal harapan...dengan cara seperti ini saya menjadi tidak yakin Nasdem mampu mewujudkan restorasi indonesia. kasian meliat perjuangan rofiq, endang tirtana, jefry...
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER