Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Desember 2014 | 13:10 WIB
Hide Ads

Internal NasDem Konflik, Soliditas Hancur

Oleh : Marlen Sitompul | Senin, 14 Januari 2013 | 10:13 WIB
Internal NasDem Konflik, Soliditas Hancur
pengamat politik dari Universitas Indonesia, Bonie Hargens - Ist

INILAH.COM, Jakarta - Kabar tidak sedap kembali menerpa Partai Nasional Demokrat (NasDem). Rio Patrice Capella dan Ahmad Rofiq akan dipecat sebagai Ketua Umum dan Sekjen Partai NasDem. Kabar pemecatan terhadap Rio dan Rofiq sudah tersiar sampai ke telinga pengamat.

"Saya sudah mendengar kabar pemecatan ini. Ini merupakan buntut pertarungan antara kelompok orang tua dan kelompok anak muda di Partai NasDem," kata pengamat politik dari Universitas Indonesia, Bonie Hargens, di Jakarta, Minggu (13/1/2013) malam.

Bagi Bonie kabar pemecatan Rio dan Rofiq tidaklah mengagetkan. Karena kelompok orang tua yang sebelumnya tidak mau NasDem berubah dari ormas menjadi partai, sudah sejak lama mendorong agar Surya Paloh selaku ketua majelis tinggi partai mengambilalih kepengurusan partai. Mereka sadar masa depan partai sangat moncreng seiring grafik popularis yang terus mengalami peningkatan.

Kalau jadi dipecat, Rio dan Rofiq bukanlah korban baru dari cara-cara kasar yang dilakukan kelompok tua dalam upaya mengambilalih kendali partai. Sebelumnya, Saiful Haq dipecat sebagai Sekjen DPP Garda Pemuda Nasional Demokrat karena lebih memilih mendorong pencalonan Hary Tanoesoedibjo sebagai ketua umum partai. Kelompok orang tua juga sukses mendepak Jeffry Geofani yang tidak hengkang dari NasDem, tetapi secara politis perannya sudah dikucilkan.

"Protes Rofiq dan kalangan anak muda lainnya yang dilabeli dengan kelompok Hary Tanoe sangat logis. Mereka merasa dicampakkan padahal merekalah yang bersusah payah mengurus dan membesarkan partai sampai lolos verifikasi faktual dan dinyatakan KPU jadi peserta pemilu," imbuhnya.

Menurut Bonie konflik yang terjadi antara kelompok orang tua dan muda tidak bisa terus dibiarkan. Konflik bisa semakin meluas yang pada akhirnya membuat soliditas partai hancur dan mesin partai mogok.

"Upaya Surya Paloh mendongkel kepengurusan partai akan berakibat fatal. Perlu segera dilakukan upaya rekonsiliasi untuk mendamaikan situasi. Kalau tidak akan percuma saja. Nanti Surya Paloh maju (nyapres) dengan kereta kosong," ucapnya. [rok]

Tag :

11 Komentar

Image Komentar
SEMAR - Jumat, 18 Januari 2013 | 07:20 WIB
Semboyan "gerakan perubahan" diganti aja jadi "nasdem perubahan gerakan"
Image Komentar
ARIE SETIAWAN - Kamis, 17 Januari 2013 | 23:26 WIB
Blm apa2 udh konflik, ketauan tuh surya paloh ga konsisten jd org!!! dulu bilangnya nasdem yg dia pimpin tetap jd ormas & ga akan jd parpol tp ternyata ngiler jg pengen jd ketum setelah parpol nasdem lolos verifikasi peserta pemilu 2014. pantes aja sultan hamengkubuwono keluar jd ormas nasdem, mungkin dia udah tau gelagat yg ga baik
Image Komentar
TURISNO KEMIT - Kamis, 17 Januari 2013 | 10:26 WIB
Untung kejadiannya sebelum pemilu 2014. kalau setelah 2014 dan ternyata nasdem yang memenangi pemilu, rakyat akan kuciwo sekali. keluar dari mulut macan bongsor masuk ke mulut singa bongsor
Image Komentar
WA-ONE - Rabu, 16 Januari 2013 | 20:01 WIB
Cocok dengan iklannya "perubahan", jadi ya memang harus berubah, ada berantemnya, kalau nggak gitu ya namanya nggak ada "perubahan"
Image Komentar
ABU - Rabu, 16 Januari 2013 | 15:24 WIB
Perubahan,..ya, perubahan menuju kehancuran,. rakyat ga bodoh, rakyat dari dulu udah sering dikibulin partai jadi ga usah banyak iklan.

Kirim Komentar

Login with