Minggu, 24 Agustus 2014 | 00:18 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Inilah Peta Politik Parpol 2014
Headline
Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute Gun Gun Heryanto - Ist
Oleh:
nasional - Sabtu, 12 Januari 2013 | 15:01 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute Gun Gun Heryanto meramalkan, peta politik Indonesia menjelang pemilu 2014 akan didominasi tiga hal.

Pertama, ditandai dengan makin intensifnya proses marketing politik. Parpol-parpol mulai menyuguhkan wajah-wajah kader mereka yang disukai publik. Media akan disesaki politikus yang turun ke bawah menemui basis pemilihnya.

“Tingkah polah mereka menjadi berita. Hal ini tentu berefek pada pemberitaan media,” kata Gun Gun di Jakarta, Sabtu (12/1/2013).

Hal tersebut didukung dengan masa kampanye yang lebih lama dari pemilu sebelumnya. Untuk pemilu 2014 KPU menetapkan masa kampanye dimulai sejak 11 Januari 2013 sampai 5 April 2014.

Gun Gun mengatakan, pelaksanaan kampanye masih terbatas pada kampanye pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran bahan kampanye, dan pemasangan alat peraga di tempat umum. Sementara untuk iklan di media massa dan rapat umum baru dimulai 16 Maret sampai 5 April 2014. “Kampanye di media massa masih tetap dalam aturan sebelumnya 21 hari,” jelasnya.

Kedua, pengangkatan kembali kasus-kasus hukum yang menyentuh ranah politik seperti kasus Century, Hambalang, bahkan BLBI. Kasus tersebut sengaja dihidupkan kembali karena bisa merugikan lawan politik.

Terakhir peta politik Indonesia akan diisi dengan skenario bongkar pasang nama capres dan cawapres. “Akan banyak sekali proses komunikasi politik menjelang 2014 ini,” ujarnya.

Sementara, terkait popularitas 10 partai peserta pemilu. Gun-gun memeringkatkan dalam 3 lapisan. Lapisan pertama, partai besar diisi oleh partai berideologi tengah seperti Golkar, PDIP, dan Demokrat.

Untuk Demokrat menurutnya terjadi penggerusan popularitas karena kasus-kasus korupsi yang menjerat kader partainya. Demikian juga dengan Golkar apabila masih mengusung Aburizal Bakrie sebagai calon presiden.

“Walaupun elektabilitas Golkar naik, tetapi kalau masih mengajukan Ical (sapaan Aburizal Bakrie) sebagai calon presiden, saya kira hasilnya tidak akan bagus,” jelasnya.

PDIP diprediksi akan naik popularitasnya karena dia berada di luar koalisi, dan memiliki kader yang mencuat popularitasnya seperti Joko Widodo. Sedangkan, PAN, PKB, PKS, PPP, Gerindra, dan Hanura akan stagnan.

Gun Gun menambahkan, jangan kaget jika Partai Nasional Demokrat (NasDem) akan memperoleh popularitas yang cukup tinggi. Ini karena partai yang tidak lolos verifikasi KPU diduga akan bergabung. Partai tersebut kata dia masuk lapisan terakhir. [mvi]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER