Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Juni 2017 | 05:37 WIB

Benny K Harman Kecipratan Korupsi Kemenakertrans?

Oleh : Firman Qusnulyakin | Selasa, 8 Januari 2013 | 22:26 WIB
Benny K Harman Kecipratan Korupsi Kemenakertrans?
Benny K Harman - inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Satu lagi nama kader Partai Demokrat dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi proyek PLTS di Kemenakertrans tahun 2008. Kali ini nama Benny K Harman terungkap dalam sidang kasus dengan terdakwa Neneng Sri Wahyuni itu.

Dugaan keterlibatan mantan Ketua Komisi III itu diungkap oleh Muhammad Nazaruddin saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Selasa (8/1/2013) malam.

Menurut Nazaruddin, Benny ditugaskan Anas Urbaningrum yang saat itu menjadi pimpinan PT Anugerah Nusantara untuk menggelar pertemuan dengan panitia tender proyek PLTS Kemenakertrans untuk membahas jalannya proyek.

"Waktu itu mas Anas memerintahkan Rosa supaya komunikasi dengan Benny K Harman. Terjadilah pertemuan panitia tender Pimpro, sama Rosa dan Marisi di Hotel Crown, Jakarta Setelah pertemuan itu Benny dapat uang amplop," ujar Nazaruddin.

Menurut Nazaruddin, Ia pernah menanyakan pada Mindo Rosalina Manulang terkait pemberian uang untuk Benny. Rosa mengaku sudah memberikan uang US$100 ribu itu. Namun ketika, Nazaruddin menanyakan hal yang sama pada Benny, ia mengaku hanya mendapat US$30 ribu dari Rosa. Uang itu berasal dari proyek PLTS yang dikerjakan PT Alfindo Nuratama.

Nazaruddin mengaku sudah memberikan bukti pemberian uang untuk Benny pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam kasus ini, Nazaruddin tidak menjelaskan pejabat siapa saja yang dikenal Benny di Kemenakertrans untuk memperlancar penanganan proyek PLTS.

Benny, tutur Nazaruddin, juga membantu Rosa ketika kasus dugaan korupsi di PLTS bergulir di KPK. Anas memerintah Rosa untuk mengamankan kasus itu dengan bantuan Benny yang saat itu menjadi Ketua Komisi III DPR RI. [tjs]

 
x