Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 28 Maret 2015 | 05:08 WIB
Hide Ads

Inilah Kronologi Bentrok Dua Ormas Pemuda

Oleh : Dewa Putu Sumerta | Selasa, 25 Desember 2012 | 07:40 WIB
Inilah Kronologi Bentrok Dua Ormas Pemuda
Foto : Ilustrasi

INILAH.COM, Denpasar - Bentrok dua ormas pemuda di Denpasar, Bali yakni Laskar Bali dan Pemuda Padang Sambin Bersatu pada minggu malam kemarin tidak bisa dielakkan lagi.

Menurut pihak kepolisian, bentrokan kedua ormas tersebut dipicu oleh masalah petasan.

Menurut Kasubag Humas Polresta Denpasar, Ajun Komisaris Polisi Ida Bagus Made Sarjan, bentrok antar ormas besar di Bali itu merupakan kelanjutan dari peristiwa yang terjadi sebelumnya.

Sarjana menuturkan, adapun kronologi sebelum terjadinya bentrok berdarah itu awalnya kelompok organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Padang Sambian Bersatu melakukan sweeping terhadap toko-toko yang menjual petasan untuk tahun baru.

Dalam sweeping itu, ormas Pemuda Padang Sambian Bersatu berhasil menemukan toko milik Paulina menjual petasan dan kembang api untuk tahun baru mendatang. Padahal, mereka telah sepakat untuk tidak menjual sebelum mendekati perayaan puncak tahun baru.

Pemilik toko Paulina yang merasa memiliki izin, akhirnya tetap menjual petasan dan kembang api sambil kemudian meminta perlindungan kepada ormas Laskar Bali.

Keesokan harinya, massa dari ormas Laskar Bali menuju Mengwi, pasalnya ada rekan mereka sesama anggota Laskar Bali Korlap Mengwi hendak merayakan ulang tahun.

"Massa Laskar Bali yang melintasi Mahendradatta dan Buana Raya terlibat ketegangan dengan Pemuda Padang Sambian Bersatu gara-gara toko Paulina," beber Sarjana, Senin (24/12/2012).

Melihat iring-iringan Laskar Bali melintasi daerah mereka, ormas Pemuda Padang Sambian Bersatu tidak mau kalah dan mempersiapkan diri dengan berbagai jenis senjata.

"Awalnya, ormas Pemuda Padang Sambian Bersatu mendengar informasi bahwa massa Laskar Bali akan menyerang Pemuda Padang Sambian Bersatu sehingga mereka memukul kul-kul atau kentongan untuk mengerahkan massa," kata Sarjana.

Berdasarkan kebiasaan adat Bali, kul-kul adalah kentongan yang dibunyikan sebagai pertanda bahaya mengancam desa mereka sehingga semua penduduk baik tua, muda, laki-laki serta perempuan harus siap bertempur sampai mati untuk menghadapi dan menghalau bahaya.

Massa yang sudah mempersenjatai diri dengan berbagai senjata tajam terlibat adu mulut antar ormas besar di Bali itu. Dalam ketegangan inilah terjadi perusakan mobil dan pembakaran motor.

Akibat bentrok yang terjadi pada Minggu (23/12/2012) malam sekitar pukul 23.10 WITA itu, sedikitnya tujuh motor dibakar massa, dua mobil dirusak dan satu posko milik Laskar Bali hancur. [gus]

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.