INILAH.COM, Jakarta - Panja hulu listrik mengaku telah mengantongi dugaan keterlibatan Menteri BUMN Dahlan Iskan dan keluarganya terkait kerugian PLN senilai Rp 37,6 triliun. Saat itu, Dahlan menjabat sebagai Direktur Utama PLN.
Hal itu dikatakan Ketua Panja Hulu Listrik, Effendi Simbolon. Dia menegaskan bahwa sebelum Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) mengeluarkan hasil audit soal kerugian PLN itu, Panja Hulu Listrik telah mengantongi dugaan keterlibatan Dahlan.
"Kita hanya minta klarifikasi apakah benar tidaknya, walapun kita memang sudah punya data (keterlibatan Dahlan dan keluarga). Ada keterlibatan keluarga dan anak-anaknya," kata Effendi, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Selain bukti berupa data-data, jelas Effendi, keterlibatan Dahlan dalam pengadaan genset ke beberapa daerah juga diakui oleh pemerintah daerah setempat. "Dari pihak-pihak Pemda juga mengatakan," tegas politisi PDIP itu.
Untuk itu, lanjut Effendi, pihaknya semakin curiga atas sikap Dahlan yang tak pernah hadir dalam setiap pemanggilan Komisi VII DPR. Menurutnya, sikap Dahlan bukan dalam rangka melecehkan legislatif.
"Kita ingin meminta penjelasan soal kerugian PLN itu, tetapi kenapa kok sikap Dahlan ini kita tidak mengerti. Melecehkan justru saya lihat tidak, motivasi Dahlan ini saya bingung," katanya. [tjs]