Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 28 April 2015 | 18:50 WIB
Hide Ads

UU Ketenagakerjaan tidak Salahi Konstitusi

Oleh : Halimah Sadiyah | Rabu, 5 Desember 2012 | 14:28 WIB

Berita Terkait

UU Ketenagakerjaan tidak Salahi Konstitusi
inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah menyatakan pasal 96 UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang mencantumkan masa kadaluarsa atas tuntutan pembayaran upah pekerja tidak menyalahi UUD 1945. Sebaliknya, UU tersebut justru memberikan kepastian hukum.

"Menurut pemerintah, adanya ketentuan tersebut untuk memberikan kepastian hukum atas suatu keputusan sampai dapat digugat di pengadilan," ujar Direktur Pengupahan Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Wahyu Indrawati saat membacakan keterangan dari pihak pemerintah, Rabu (5/11/2012).

Menurutnya, tenggang waktu dua tahun yang diatur dalam pasal 96 UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan merupakan aturan yang diadopsi dari PP No 8 Tahun 1981. Dalam PP tersebut dinyatakan tuntutan upah yang timbul dari hubungan kerja menjadi kedaluwarsa apabila melampaui jangka waktu dua tahun.

"Apabila ketentuan mengenai kedaluwarsa tidak diatur, justru akan menimbulkan ketidakpastian hukum," jelasnya.

Sementara itu, ahli yang dihadirkan pemohon, Margarito Kamis, berpendapat adanya tenggang waktu dua tahun untuk menuntut hak bagi pekerja merupakan perlakuan yang tidak adil.

"Tidak ada kepastian hukum bagi setiap pekerja untuk mendapat perlakuan yang adil dan layak bila waktu untuk memperjuangkannya dibatasi," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang mantan Satpam PT. Sandhy Putra Makmur, Marten Boiliu, mengajukan uji materi terhadap UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Ia merasa dirugikan dengan diberlakukannya UU tersebut karena mencantumkan ketentuan masa kedaluwarsa dua tahun atas tuntutan pembayaran upah pekerja.

Pasalnya, ia dan 65 temannya sesama satpam diberhentikan dari perusahaan setelah tujuh tahun bekerja tanpa menerima pesangon. Marten mengaku tidak bisa menuntut haknya karena telah melewati masa kedaluwarsa. [yeh]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.