Jumat, 29 Agustus 2014 | 17:13 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Survei: JK Capres Dengan Elektabilitas Tertinggi
Headline
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla - inilah.com
Oleh: Agus Rahmat
nasional - Jumat, 30 November 2012 | 05:03 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Hasil survei terbaru yang dilakukan Pusat Kajian Pembangunan dan Kajian Strategis (Puskaptis), mencatatkan bahwa tingkat elektabilitas tertinggi untuk posisi capres adalah Jusuf Kalla.

Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Puskaptis, Husin Yazid, di Jakarta, Kamis (29/11/2012). Dijelaskan Husin, calon pemimpin yang dirindukan publik adalah sosok populis yang bisa bertindak cepat, tegas dan cekatan.

"Dari sisi kelayakan pasar, kandidat bisa diajukan jika dikenal dan disukai publik. Sekarang kandidat seperti trennya adalah kandidat yang populis, merakyat, cekatan, tegas, cepat," kata Husin, saat memaparkan hasil surveinya di Jakarta.

Berdasarkan kriteria tersebut, Husin mengatakan kalau sosok JK adalah yang dibutuhkan. Sehingga, tingkat elektabilitas JK mengalahkan capres-capres lainnya.

"Dari survey Puskaptis, Jusuf Kalla atau JK, mendapat suara tingkat elektabilitas tertinggi mencapai 14,32 persen," kata dia.

Berada di bawah JK, ada nama Prabowo Subianto. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini memperoleh elektabilitas sebesar 12,58 persen.

Posisi ketiga, satu tingkat di bawah Prabowo ada nama Ketua Umum DPP PAN Hatta Radjasa dengan 8,65 persen. Sementara Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie dengan 7,13 persen. Lalu, di bawah Ical ada Megawati Soekarnoputri dengan tingkat elektabilitas 6,14 persen.

"Selanjutnya berturut-turut urut adalah Wiranto, Surya Paloh, Sultan Hamengkubuwono X, Ani Susilo Bambang Yuhoyono, Suryadharma Ali, Pramono Edhie Wibowo, Anas Urbaningrum, dan Luthfi Hasan," ungkapnya.

Survey Puskaptis diselenggarakan dalam kurun waktu 29 Oktober – 7 November 2012. Ada 1800 responden yang diambil secara proporsional dari 33 provinsi dan secara acak dari 115 kabupaten/kota, 181 kecamatan, 342 desa/kelurahan, dan 670 RT/RW.

Pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling dan margin error 2,8 persen, dan tingkat tingkat kepercayaan 95 persen. Sebaran responden memperhatikan jenis kelamin, usia, pendidikan, pendapatan, dan pengeluaran.

Sebelumnya, tim survey menetapkan kandidat presiden dan wakil presiden yang diajukan ke responden. Penentuan nama-nama itu terutama merujuk pada pertimbangan legalitas baru kemudian potensi keterpilihannya.

“Jadi yang layak hukum dan layak pasar,” katanya.

Kualifikasi layak hukum di sini adalah kandidat yang boleh mencalonkan diri dari sisi prosedur politiknya. Husin menjelaskan, sesuai perundangan yang berlaku, sejauh ini kandidat hanya boleh mengajukan jika didukung oleh partaipolitik.

“Jadi kandidat harus punya akses ke partai politik, bisa elit politik atau mantan elit politik partai,” terangnya. [gus]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER