Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 2 Juli 2015 | 07:53 WIB
Hide Ads

Elektabilitas Ical di Bawah JK

Golkar: Survei LSI tidak Gambarkan Pilihan Rakyat

Oleh : Marlen Sitompul | Kamis, 29 November 2012 | 15:33 WIB
Golkar: Survei LSI tidak Gambarkan Pilihan Rakyat
Wakil Sekjen Partai Golkar Tantowi Yahya - inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Hasil survei yang dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) soal calon presiden (capres) 2014 tidak menggambarkan pilihan rakyat. Sebab, responden yang dipakai dari kaum cerdik pandai.

"Survei yang dirilis LSI kemarin tidak menggambarkan pilihan rakyat sesungguhnya. Respondennya cuma 200-an dan terdiri dari kaum cerdik pandai. Selera kaum cerdik pandai berbeda dengan pilihan rakyat," jelas Wakil Sekjen Partai Golkar Tantowi Yahya ketika dihubungi wartawan, di Jakarta, Kamis (29/11/2012).

Kendati demikian, lanjut Tantowi, hasil survei tersebut akan menjadi acuan bagi partai berlambang pohon beringin untuk melakukan evaluasi pencapresan Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical. "Setiap hasil survei dari lembaga apapun pasti menjadi pembahasan kami, walau belum tentu menjadi rujukan," ujarnya.

Dia menjelaskan, partainya telah melakukan berbagai macam strategi untuk pemenangan Ical di Pilpres 2014.

"ARB sudah melakukan serangkaian kegiatan dibawah payung "Ayo Bangkit" dan "Road Show". Berbagai pelosok khususnya di Jawa, dan Sumatera sudah dikunjungi ARB dalam payung dua program itu. Program-program ARB memang belum diarahkan ke kaum cerdik pandai," paparnya.

Dalam survei yang dirilis LSI, Rabu (28/11/2012), elektabilitas Ical masih dibawah beberapa tokoh partai politik. Bahkan, Ical masih berada dibawah mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK). Berdasarkan hasil survei, Mega 94%, JK 88%, Prabowo 78%, Wiranto 72%, Ical 66. [yeh]

Tag :

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.