Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 29 Maret 2015 | 08:05 WIB
Hide Ads

Masih Ada Perjalanan Dinas Fiktif

Oleh : Firman Qhusnul Yakin | Senin, 12 November 2012 | 21:04 WIB

Berita Terkait

Masih Ada Perjalanan Dinas Fiktif
Uchok Sky Khadaffi - ist

INILAH.COM, Jakarta - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) kembali menemukan perjalanan dinas fiktif dalam anggaran perjalan dinas dalam negeri tahun 2011. Demikian diungkapkan oleh Uchok Sky Khadaffi, Koordinator Investigasi dan Advokasi Fitra.

Uchok menuturkan, pada 2011 untuk perjalanan dinas dalam negeri dianggarkan sebesar Rp.214.172.970.054 untuk membayar perjalanan dinas tersebut dilakukan secara "at-cost" dan DPR menggantikan biaya perjalanan sesuai bukti pertanggungjawaban yang rill, meliputi biaya pesawat terbang, uang harian, airport tax dan biaya penginapan.

Menurut Uchok, hasil audit BPK semester 1 tahun 2012, dan hanya melakukan uji petik, ditemukan kerugian negara sebesar Rp33.905.500 untuk 13 tiket penerbangan Garuda Indoenesia.

Ada juga ditemukan penyimpangan perjalan dinas atau perjalan dinas Fiktif, dimana dua pegawai DPR yang melakukan perjalanan dinas dengan anggaran sebesar Rp7.850.400. Padahal, kedua orang melakukan tetap hadir di kantor atau melakukan presensi kehadiran pagi dan sore secara finger print pada waktu kunjungan kerja berlangsung pada tanggal 22-23 November 2011.

" Untuk itu, FITRA minta DPR agar melakukan audit investigasi terhadap perjalan dinas sebesar Rp214.172.970.054, dan bukan melakukan uji petik atas perjalanan dinas DPR ini," tekan Uchok, Senin (12/11/12).

Perjalanan dinas menurut Uchok, ditenggarai sarat dengan kebocoran yang disebabkan perencanaan dalam penganggaran yang jelek dan diindikasi perjalanan dinas ini hanya sebagai sebuah proyek untuk mencari materi saja bukan untuk menunjang kinerja DPR. [tjs]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.