Jumat, 25 April 2014 | 02:00 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kasus Hambalang, Andi Layak Tersangka
Headline
Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallaranggeng - inilah.com
Oleh: Halimatus Sa’diyah
nasional - Minggu, 11 November 2012 | 09:07 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Nama Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallaranggeng telah disebut terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Bahkan, Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat itu dituding menerima sejumlah uang.

Nama Andi kembali ditegaskan Gerhana Sianipar saat dihadirkan dalam persidangan Angelina Sondakh. Wakil Direktur Pemasaran Permai Grup itu menyebutkan, Andi diduga telah menerima Rp10 miliar terkait dengan proyek yang sedang dijalankan di Kemenpora itu.

Menurut pengamat hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Andi Syafrani, fakta ini seolah melengkapi tudingan mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat M Nazaruddin yang menyebutkan bahwa Andi mengatur proyek di Kemenpora.

Andi dianggap telah sangat layak setidaknya untuk menjalani pemeriksaan di KPK terkait dengan berbagai tudingan yang telah dilontarkan berbagai pihak itu.

"Sesuai dengan mekanisme penyidikan dan pemeriksaan di persidangan yang bersifat snow ball, maka siapapun nama-nama yang muncul di persidangan harus diperiksa untuk membuat rangkaian fakta terbukti secara menyakinkan," kata Andi Syafrani, di Jakarta, kepada INILAH.COM, Sabtu (10/11/2012).

Dia menambahkan, hasil audit BPK yang menyatakan telah terjadi pembiaran oleh Menpora Andi Malaranggeng dalam kenaikan anggaran di proyek Hambalang, merupakan suatu dorongan tersendiri bagi KPK untuk membawanya dalam jadwal pemeriksaan atau bahkan sebagai tersangka.

Namun, Andi berkeyakinan, penyidik KPK saat ini sedang mencari strategi lainnya untuk dapat menjerat Andi Malaranggeng dalam kasus korupsi. Hal tersebut dimaksudkan agar KPK bisa mempunyai peluru yang cukup untuk bisa memberhentikan Andi sebagai menteri ketika ditetapkan sebagai tersangka.

"Pengakuan terdakwa adalah salah satu alat bukti. Tapi itu saja belum cukup. Harus ada bukti lain yang menguatkan, karena jika tidak, akan mempersulit penyidik sendiri kemudian," tandasnya. [yeh]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER