Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 30 Juli 2015 | 07:03 WIB
Hide Ads

BNN Adopsi Therapy Communities untuk Rehabilitasi

Oleh : Dewa Putu Sumerta | Rabu, 7 November 2012 | 00:47 WIB
BNN Adopsi Therapy Communities untuk Rehabilitasi
Kepala BNN, Gories Mere - IST

INILAH.COM, Denpasar - Kepala BNN, Gories Mere menyatakan untuk merehabilitasi pecandu kini Badan Narkotika Nasional (BNN) menggunakan metode Teraphy Communities (TC), mengadopsi metode yang dianjurkan oleh UNDCC dan PBB.

Menurut Gories, Therapy communities merupakan metode yang mengedepankan cara-cara kekeluargaan di dalam keluarga dengan hidup disiplin, teratur, untuk mengatur cinta kasih sehingga keluarga, orangtua, bisa memulihkan korban yang kecanduan karena narkoba.

"Itu metode yang dianjurkan oleh UNDCC dan PBB untuk memulihkan para penyalahgunaan narkoba, khususnya hard drug," ungkap Gories, usai membuka World Conference of Therapeutic Communities XXV di Sanur, Denpasar, Selasa (6/11/2012).

Meski ada banyak program pemulihan di dunia, tetapi menurut Gories, yang dianjurkan oleh PBB adalah metode kekeluargaan teraphy communities. BNN sudah menetapkan suatu metode sehingga Gories berharap bisa diikuti oleh seluruh jajaranya di Indonesia.

Gories mengaku BNN sudah membuka dua untuk therapy communities. "Kita sudah buka di dua tempat, pertama Lido, Bogor, Jawa Barat dan Makassar. Tempat-tempat lain akan menyusul yang akan dibangun oleh negara," imbuhnya.

Gories mengakui belum mengetahui secara betul hasil dari metode itu karena belum ada penelitian khusus mengenai metode tersebut, terutama untuk mengukur sejauh mana metode itu efektif untuk membuat pecandu lepas dari ketergantungannya.

"Memang belum ada penelitian khusus di Indonesia setelah mengikuti program itu berapa yang terkena kembali. Belum ada penelitian. Tapi pengaruhnya dari hasil riset dokter, khususnya kedokteran jiwa, kemungkinan untuk kembali cukup besar," paparnya.

Melihat potensi pecandu kembali dalam pusaran candu narkoba cukup besar, BNN memiliki program lanjutan usai rehabilitasi therapy communities usai diikuti pecandu yakni program pascarehabilitasi dengan menggunakan pendekatan alam, konservasi alam seperti hutan maupun laut. Gories mengaku program pascarehabilitasi sudah diimplementasikan di beberapa daerah.

"Kami sudah terapkan di daerah Lampung Selatan. Untuk Laut ada di Kepulauan Seribu. Kemudian di daerah Sulawesi Selatan juga ada hutan dan juga di Kepulauan daerah Sulawesi Tenggara," tutupnya.[jat]

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.