Minggu, 26 Oktober 2014 | 01:53 WIB
Follow Us: Facebook twitter
BNN Adopsi Therapy Communities untuk Rehabilitasi
Headline
Kepala BNN, Gories Mere - IST
Oleh: Dewa Putu Sumerta
nasional - Rabu, 7 November 2012 | 00:47 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Denpasar - Kepala BNN, Gories Mere menyatakan untuk merehabilitasi pecandu kini Badan Narkotika Nasional (BNN) menggunakan metode Teraphy Communities (TC), mengadopsi metode yang dianjurkan oleh UNDCC dan PBB.

Menurut Gories, Therapy communities merupakan metode yang mengedepankan cara-cara kekeluargaan di dalam keluarga dengan hidup disiplin, teratur, untuk mengatur cinta kasih sehingga keluarga, orangtua, bisa memulihkan korban yang kecanduan karena narkoba.

"Itu metode yang dianjurkan oleh UNDCC dan PBB untuk memulihkan para penyalahgunaan narkoba, khususnya hard drug," ungkap Gories, usai membuka World Conference of Therapeutic Communities XXV di Sanur, Denpasar, Selasa (6/11/2012).

Meski ada banyak program pemulihan di dunia, tetapi menurut Gories, yang dianjurkan oleh PBB adalah metode kekeluargaan teraphy communities. BNN sudah menetapkan suatu metode sehingga Gories berharap bisa diikuti oleh seluruh jajaranya di Indonesia.

Gories mengaku BNN sudah membuka dua untuk therapy communities. "Kita sudah buka di dua tempat, pertama Lido, Bogor, Jawa Barat dan Makassar. Tempat-tempat lain akan menyusul yang akan dibangun oleh negara," imbuhnya.

Gories mengakui belum mengetahui secara betul hasil dari metode itu karena belum ada penelitian khusus mengenai metode tersebut, terutama untuk mengukur sejauh mana metode itu efektif untuk membuat pecandu lepas dari ketergantungannya.

"Memang belum ada penelitian khusus di Indonesia setelah mengikuti program itu berapa yang terkena kembali. Belum ada penelitian. Tapi pengaruhnya dari hasil riset dokter, khususnya kedokteran jiwa, kemungkinan untuk kembali cukup besar," paparnya.

Melihat potensi pecandu kembali dalam pusaran candu narkoba cukup besar, BNN memiliki program lanjutan usai rehabilitasi therapy communities usai diikuti pecandu yakni program pascarehabilitasi dengan menggunakan pendekatan alam, konservasi alam seperti hutan maupun laut. Gories mengaku program pascarehabilitasi sudah diimplementasikan di beberapa daerah.

"Kami sudah terapkan di daerah Lampung Selatan. Untuk Laut ada di Kepulauan Seribu. Kemudian di daerah Sulawesi Selatan juga ada hutan dan juga di Kepulauan daerah Sulawesi Tenggara," tutupnya.[jat]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER