Find and Follow Us

Selasa, 17 September 2019 | 10:29 WIB

Dahlan Iskan Antiklimaks di Senayan

Oleh : R Ferdian Andi R | Senin, 5 November 2012 | 19:14 WIB
Dahlan Iskan Antiklimaks di Senayan
inilah.com/Ardhy Fernando
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan akhirnya memenuhi panggilan Badan Kehormatan (BK) DPR RI. Hanya dua nama yang disampaikan Dahlan ke BK, padahal sebelumnya menjanjikan 10 nama. Aksi Dahlan menjadi antiklimaks.

Dahlan Iskan yang menghadiri undangan BK selama satu jam lebih, tak banyak memberi informasi terkait nama pemeras BUMN. Dia hanya menyebut dua nama dan tiga peristiwa. "Jadi yang satu peristiwa satu orang dan yang dua peristiwa dua orang tapi namanya ternyata sama," kata Dahlan kepada wartawan usai dipanggil BK DPR, Senin (5/11/2012) di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta.

Menurut dia, nama yang ia sampaikan ke BK DPR tidak sama dengan 18 inisial yang tersebar melalui pesan pendek. "Jadi yang nama saya serahkan tadi tidak ada di antara nama di 18 yang beredar itu," tambah Dahlan.

Dahlan menyebutkan dua nama yang ia sampaikan ke BK DPR terjadi pada 2012 ini. Kasus tersebut terkait dengan penanaman modal negara (PMN). Menurut Dahlan, pihaknya akan melengkapi data terkait nama anggota DPR pada Rabu (7/11/2012) mendatang.

Terkait bukti yang diserahkan ke BK DPR, Dahlan mengatakan pihaknya tak perlu menyerahkan bukti terkait upaya pemerasan tersebut. Menurut dia BK bukanlah lembaga penegak hukum. "BK itu kan badan kehormatan bukan badan penegak hukum yang konsekuensinya hukum," cetus Dahlan.

Anggota BK DPR dari Fraksi PPP Usman Jafar mengatakan dua nama yang diserahkan Dahlan Iskan ke BK DPR. "Dua inisial yaitu IL dan S," kata Usman saat dikonfirmasi wartawan di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta.

Anggota BK DPR dari Fraksi PKB Ali Maschan Moesa mengaku tidak puas dengan penjelasan Dahlan Iskan di BK DPR. Menurut dia yang disampaikan Dahlan tidak sesuai ekpektasi saat disampaikan ke media.

Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso mengatakan hal yang sama. Menurut dia, apa yang disampaikan Dahlan Iskan tidak seheboh apa yang disampaikan di media. "Kalau yang disampaikan hanya segitu, sebagai pejabat negara untuk lebih berhati-hati, karena pernyataan beliau akan menimbulkan resonansi besar, malah menimbulkan hubungan tidak baik antara DPR dan Istana," kata Priyo. [mdr]

Komentar

x