Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 31 Maret 2015 | 13:40 WIB
Hide Ads

Konflik Lampung & Poso, Bukti Kebhinekaan Terkikis

Oleh : Marlen Sitompul | Minggu, 4 November 2012 | 10:20 WIB
Konflik Lampung & Poso, Bukti Kebhinekaan Terkikis
IST

INILAH.COM, Jakarta - Beragam kerusuhan serta konflik horizontal yang belakangan marak terjadi seakan menyentak bangunan kebersamaan dan kebhinekaan yang selama ini diagung-agungkan hanya semu.

Ketua Fraksi PKB, Marwan Jafar mengatakan, kohesifitas sosial yang selama ini terjahit telah terkoyak. Masyarakat, kata Marwan, menjadi begitu mudah tersulut emosinya sehingga berujung konflik berdarah hanya untuk hal-hal yang awalnya sangat sepele.

"Kerusuhan di Poso dan Lampung yang baru saja terjadi menjadi bukti yang amat telanjang akan rapuhnya rajutan kebersamaan dalam masyarakat. Tradisi gotong royong perlahan namun pasti mulai pudar dan digantikan dengan sifat individualistis," kata Marwan, Minggu (4/11/2012).

Menurutnya, negara terkadang lalai menumbuhkan nilai-nilai kekeluargaan dan kebersamaan, dan menggantikannya dengan sesuatu yang bersifat material. "Akibatnya, rasa kebersamaan antar masyarakat semakin pudar. Nilai gotong royong, empati, toleransi, dan serta kebersamaan sesama anak bangsa menjadi semakin terkikis," lanjutnya.

Marwan menjelaskan, konflik yang begitu mudah tersulut di masyarakat, bahkan melanda para pelajar dan mahasiswa disebabkan beberapa faktor. Untuk itu, negara harus mampu melihat ke akar masalah sehingga penyelesaiannya pun tidak hanya pada permukaan dan parsial.

"Sistem deteksi dini tampaknya harus benar-benar diterapkan negara untuk daerah-daerah yang rawan konflik dan punya sejarah konflik," tegas Ketua DPP PKB itu.

Tak hanya konflik antarwarga, maraknya tawuran pelajar dan mahasiswa juga menunjukan bahwa banyak institusi pendidikan yang lupa mengajarkan akan visi dasar pendidikan dan hanya menjadikan siswa menjadi obyek pengetahuan.

"Padahal visi utama sebuah pendidikan adalah menjadikan peserta didik menjadi humanis dan sadar akan lingkungan sosial sekitarnya. Pendidikan yang hanya mengajarkan pengetahuan semata hanya akan menciptakan manusia yang tercerabut dari lingkungan sosialnya dan melupakan nilai-nilai kemanusiaan," kata dia. [mvi]

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.