Kamis, 27 November 2014 | 21:15 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Konflik Lampung & Poso, Bukti Kebhinekaan Terkikis
Headline
IST
Oleh: Marlen Sitompul
nasional - Minggu, 4 November 2012 | 10:20 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Beragam kerusuhan serta konflik horizontal yang belakangan marak terjadi seakan menyentak bangunan kebersamaan dan kebhinekaan yang selama ini diagung-agungkan hanya semu.

Ketua Fraksi PKB, Marwan Jafar mengatakan, kohesifitas sosial yang selama ini terjahit telah terkoyak. Masyarakat, kata Marwan, menjadi begitu mudah tersulut emosinya sehingga berujung konflik berdarah hanya untuk hal-hal yang awalnya sangat sepele.

"Kerusuhan di Poso dan Lampung yang baru saja terjadi menjadi bukti yang amat telanjang akan rapuhnya rajutan kebersamaan dalam masyarakat. Tradisi gotong royong perlahan namun pasti mulai pudar dan digantikan dengan sifat individualistis," kata Marwan, Minggu (4/11/2012).

Menurutnya, negara terkadang lalai menumbuhkan nilai-nilai kekeluargaan dan kebersamaan, dan menggantikannya dengan sesuatu yang bersifat material. "Akibatnya, rasa kebersamaan antar masyarakat semakin pudar. Nilai gotong royong, empati, toleransi, dan serta kebersamaan sesama anak bangsa menjadi semakin terkikis," lanjutnya.

Marwan menjelaskan, konflik yang begitu mudah tersulut di masyarakat, bahkan melanda para pelajar dan mahasiswa disebabkan beberapa faktor. Untuk itu, negara harus mampu melihat ke akar masalah sehingga penyelesaiannya pun tidak hanya pada permukaan dan parsial.

"Sistem deteksi dini tampaknya harus benar-benar diterapkan negara untuk daerah-daerah yang rawan konflik dan punya sejarah konflik," tegas Ketua DPP PKB itu.

Tak hanya konflik antarwarga, maraknya tawuran pelajar dan mahasiswa juga menunjukan bahwa banyak institusi pendidikan yang lupa mengajarkan akan visi dasar pendidikan dan hanya menjadikan siswa menjadi obyek pengetahuan.

"Padahal visi utama sebuah pendidikan adalah menjadikan peserta didik menjadi humanis dan sadar akan lingkungan sosial sekitarnya. Pendidikan yang hanya mengajarkan pengetahuan semata hanya akan menciptakan manusia yang tercerabut dari lingkungan sosialnya dan melupakan nilai-nilai kemanusiaan," kata dia. [mvi]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER