Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 21:01 WIB

Ormas Pemuda Bali Siap ke Lampung

Oleh : Dewa Putu Sumerta | Rabu, 31 Oktober 2012 | 16:36 WIB
Ormas Pemuda Bali Siap ke Lampung
inilah.com/Dewa Putu Sumerta
facebook twitter

INILAH.COM, Denpasar - Menyikapi rusuh Lampung, ormas pemuda di Bali yang terdiri dari gabungan Pemuda Bali Bersatu (PBB), Baladika, dan Jala Satria Muda menggelar aksi unjuk rasa. Ribuan pemuda berbadan kekar itu menyatakan siap mengirim bala bantuan anggotanya jika pemerintah dan aparat keamanan tak bertindak tegas menyikapi rusuh Lampung.

Ketua Litbang Ormas Baladika, Komang Loto meminta aparat keamanan bertindak tegas menyikapi rusuh Lampung yang telah menelan belasan korban jiwa. Pendemo ini juga meminta pihak kepolisian harus mengusut tuntas kasus memilukan tersebut. "Jika pemerintah tidak melakukan pencegahan dan segera menyelesaikan masalah itu, kami siap mengirim pasukan ke sana," ancam Komang Loto di Gedung DPRD Bali, Rabu (31/10/2012).

Sementara itu, Ketua Pemuda Bali Bersatu (PBB), Gede Ngurah Putra meminta agar Kapolda, Kapolres, dan Kapolsek di wilayah rusuh Lampung agar dicopot dari jabatannya. Ia juga berharap pemerintah menghentikan sementara pengiriman transmigran ke luar Bali. "Copot Kapolda, Kapolres, dan Kapolsek di wilayah itu. Kami mendesak moratorium transmigrasi. Kami juga meminta perketat masuknya pendatang ke Bali," katanya.

Menurut Gede Ngurah Putra, sungguh ironis di tengah kondisi pariwisata Bali yang luar biasa, semakin banyak pendatang yang mencari penghidupan di Bali. Sementara orang Bali sendiri malah mencari penghasilan di daerah lain. Untuk itu, ia juga mendesak agar DPRD dan Pemprov Bali bersikap secara resmi menyikapi rusuh Lampung.

Perwakilan para pemuda itu kemudian diterima Ketua DPRD Bali, Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi. Tjok Rat sapaan akrab Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi ini meminta agar massa tak bertindak anarkis menyikapi persoalan ini. Pengerahan massa, bagi Tjok Rat akan berdampak pada warga Bali di daerah lain.

"Jangan mengirim pasukan. Yang dibutuhkan masyarakat kita di sana adalah kebutuhan harian mereka seperti makanan, pakaian dan lainnya. Yang harus diingat, kalau itu yang dilakukan (pengiriman massa ke Lampung), maka akan terjadi konflik baru. Sementara sebagian besar msyarakat Bali tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Jumlahnya mencapai 7 juta orang. Kita harus arif, bijak dan menyerahkan semuanya kepada pemerintah dan aparat keamanan," ajak Tjok Rat. [mvi]

 
Embed Widget

x