Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 28 Agustus 2015 | 21:45 WIB
Hide Ads

Kak Seto Laporkan Hakim PA Jakpus ke KY

Oleh : Sumitro | Rabu, 31 Oktober 2012 | 16:26 WIB
Kak Seto Laporkan Hakim PA Jakpus ke KY
Ketua Komnas PA Seto Mulyadi - inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) melaporkan hakim Pengadilan Agama Jakarta Pusat ke Komisi Yudisial (KY), Rabu (31/10/2012). Laporan berkaitan dengan putusan terkait perkara sengketa hak asuh anak yang dinilai Komnas PA tidak adil.

Ketua Komnas PA Seto Mulyadi, dalam laporannya mengungkapkan, majelis hakim Pengadilan Agama Jakpus telah mengabaikan hak anak untuk mendapatkan pengasuhan yang layak dari orang tuanya. Karena hak asuh yang semestinya diserahkan kepada ibunya, Yuli, namun oleh majelis hakim justru diputuskan diserahkan kepada suaminya.

Dia menjelaskan, kasus bermula saat suami Yuli menggugat cerai istrinya di Pengadilan Agama Jakpus. Oleh majelis hakim kemudian diputuskan bahwa Yuli bersalah dan hak asuh dua anaknya yang masih berusia empat tahun dan lima tahun diserahkan kepada suaminya.

"Hakim yang menjatuhkan hak asuh kepada suami saya karena menilai suami saya lebih berkecukupan," kata Yuli didampingi pria yang kerap disapa Kak Seto ini di Gedung KY, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat.

"Ketika diserahkan kepada sang ayah, justru anak itu malah dititipkan ke pembantu atau Baby Sitternya. Ini yang menjadi alasan ibu-ibu mengadu soal hak asuh anaknya," tambah Kak Seto.

Hak asuh anak, lanjut dia, semestinya berada di pihak istri. Terlebih dua anak itu masih balita dan umumnya ibu yang sering di rumah untuk menjaga anak. Berbeda misalnya jika anak itu telah berusia 12 tahun ke atas, karena anak usia itu bisa memilih sendiri siapa yang mau diikuti. "Jangan sampai terjadi pelanggaran hak anak. Kalau sampai 12 tahun itu bisa memilih sendiri, tapi balita itu sangat dekat dengan ibu," katanya. [mvi]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.