Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 4 Mei 2015 | 01:58 WIB
Hide Ads

Akbar: Elektabilitas Ical Harus di Atas Golkar

Oleh : Ajat M Fajar | Senin, 29 Oktober 2012 | 15:11 WIB
Akbar: Elektabilitas Ical Harus di Atas Golkar
Akbar Tandjung - inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Partai Golongan Karya (Golkar) wajib bekerja keras agar jagoannya dalam Pemilihan Presiden 2014 bisa menang. Elektabilitas (tingkat keterpilihan) Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical harus lebih tinggi dari elektabilitas partai.

Berdasarkan berbagai hasil survei, Golkar menempati urutan teratas. Jika menang di Pemilihan Umum 2014, Ical dipastikan akan maju di Pemilihan Presiden 2014. Namun, elektabilitasnya masih rendah dibandingkan tokoh-tokoh partai politik lain seperti Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Di sisa waktu, menjelang 2014, Golkar harus berusaha meningkatkan elektabilitas Ical. Di pemilihan presiden, Ical bukan hanya dipilih oleh kader Golkar, tetapi juga masyarakat.

"Karena tidak hanya dipilih dari parpol tetapi dari luar Partai Golkar. Sehingga diharapkan capres memiliki elektabilitas lebih tinggi," kata Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Partai Golkar Akbar Tandjung di sela-sela rapat pimpinan nasional di Jakarta, Senin (29/10/2012).

Golkar perlu terus-menerus mengevaluasi langkah dan strategi agar partai dan calon presiden yang diusung, bisa menang. Namun, evaluasi bukan berarti mengubah keputusan partai untuk mendukung Ical sebagai capres tunggal.

"Tidak ada rencana dan kehendak melakukan perubahan. Tapi kita harus melihat dinamika politik dan persepsi publik tehadap calon. Kalau presepsi publik harus dianalisis maka tidak perlu keraguan-raguan dalam menilai pertimbangan partai," katanya. [rok]

Tag :

1 Komentar

Image Komentar
HARIJONO MC, S.PD. - Selasa, 30 Oktober 2012 | 14:51 WIB
Presepsi publik perlu dianalisa, tampung aspirasi rakyat bukan anggota golkar, salam untuk bang akbar.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.