Kamis, 24 April 2014 | 07:41 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PWI Protes Wartawan Dipukuli Anggota TNI
Headline
riaupos.co
Oleh: TJS
nasional - Selasa, 16 Oktober 2012 | 19:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Riau mengecam insiden penganiayaan terhadap wartawan oleh anggota TNI yang tengah meliput kecelakaan pesawat jatuh milik TNI di Riau, Selasa (16/10/2012).

“PWI Cabang Riau mengecam keras upaya penghalang-halangan yang dilakukan anggota TNI AU di lapangan terhadap sejumlah wartawan, baik media cetak, online, radio dan televisi yang sedang bertugas mendapatkan informasi dan gambar di sekitar lokasi kejadian, karena tindakan tersebut bertentangan dengan UU No 40 Tahun 1999 tentang kebebasan pers di Indonesia, dan UU No.18 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik,” demikian PWI Cabang Riau dalam keterangan persnya yang ditandatangani Ketua H Dheni Kurnia dan Ketua Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan, Satria Utama Batubara

PWI juga mengecam keras tindakan represif anggota TNI AU di lapangan kepada sejumlah wartawan yang berujung pada pemukulan dan perampasan kamera foto dan kamera video dari tangan wartawan yang sedang bertugas.

Selain itu, PWI juga meminta kepada Komandan Lanud Pekanbaru untuk bertanggung jawab penuh atas kerugian moril dan materil yang dialami wartawan, korban tindakan represif anggota TNI AU di lapangan.

PWI juga memandang perlu adanya sanksi keras terhadap anggota TNI AU yang melakukan penganiayaan terhadap para wartawan yang sedang bertugas mendapatkan informasi di lapangan.

Dalam kaitan ini, PWI menyatakan dukungan penuh terhadap setiap usaha hukum yang diambil oleh wartawan dan media tempatnya bekerja atas pemukulan yang dialami. Dan untuk ini PWI Cabang Riau siap mengadvokasi proses hukum tersebut melalui Lembaga Bantuan Hukum PWI Cabang Riau.

Dewan Pers juga diminta untuk melakukan tindakan agar kasus ini bisa ditindaklanjuti ke tingkat yang lebih tinggi. [tjs]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
muhammad
Rabu, 17 Oktober 2012 | 14:04 WIB
wartawan juga hrs mengerti kode etik jurnalistik, pesawat militer tdk bisa di ekspos vulgar krna ada rahasia militer di dalamnya disamping masih adanya bom dan senjata lain yg kemungkinan bisa membahayakan peliputan
sukardiduga
Selasa, 16 Oktober 2012 | 19:25 WIB
1.Alasan dilarang memotret?,wartawan sedang tidak dalam posisi memotret. 2.Demi keselamatan Wartawan?,dia masih di garis belakang,di banding masyarakat yang sudah di garis depan....
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER