Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 April 2015 | 22:58 WIB
Hide Ads

Satu Tersangka Teroris Dijerat Pasal Pidana

Oleh : Renny Sundayani | Senin, 1 Oktober 2012 | 13:04 WIB
Satu Tersangka Teroris Dijerat Pasal Pidana
Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar - inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta - Kepolisian menetapkan satu dari sembilan tersangka teroris yang menamakan kelompok Al Qaeda Indonesia dijerat dengan Undang-Undang hukum pidana. Hal itu karena tersangka yang bernama Fajar (18) masih di bawah umur.

Sementara delapan tersangka lainnya dijerat undang-undang tindak pidana terorisme. "Satu orang tersangka berinisial F dikenakan hukum acara pidana sebagaimana diatur dalam KUHP yang masih berumur 18, sementara delapan tersangka lainnya dikenai kategori dewasa dikenakan pasal 15 Undang-undang Tindak Pidana Terorisme tahun 2003 yang hukum acaranya memang agak berbeda," kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Senin (1/10/2012).

Boy mengatakan, sembilan dari tersangka teroris yang menamakan kelompoknya Al Qaeda Indonesia, kini sudah dilakukan penahanan. "Delapan orang tersangka ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok dan satu lagi Fajar ditahan di Sulawesi Tengah," kata Boy.

Selain itu, Boy juga menambahkan, untuk tersangka Wendi alias Hasan yang tertangkap belakangan, saat ini masih dalam tahap pengembangan.

"Wendi alis Hasan yang tertangkap belakangan masih dikembangkan di daerah, di mana yang bersangkutan diduga sebagai salah satu perakit bahan peledak atau termasuk yang juga ikut aktif ketika pelatihan teror dibuat saudara Santosa. Sementara Santoso masih DPO sampai saat ini," kata dia.

Seperti diketahui, Densus 88 Antiteror Mabes Polri berhasil menangkap sembilan orang yang diduga anggota teroris dan mengaku sebagai kelompook Al Qaeda Indonesia di Solo, Poso, dan Kalimantan pada akhir pekan lalu.

Mereka yang ditahan adalah Badri Hartono Alias Toni (45) yang ditangkap di Jalan Belimbing, depan Masjid Al-Huda, Solo, Sabtu pekan lalu. Badri pemimpin jaringan kelompok Al Qaeda Indonesia.

Rudi Kurnia Putra (45) alias Pak Tuwek. Rudi ditangkap di depan Solo Square begitu turun dari bis asal Cilacap, Sabtu lalu.

Kamidi (43), ditangkap di rumahnya di Desa Griyan RT 07 RW 10, Kelurahan Pajang, Solo, Sabtu lalu. Di rumahnya juga ditemukan sejumlah bahan peledak.

Kamidi ada Fajar Novianto (18) yang masih duduk di bangku sekolah. Ia ditangkap di Solo, juga pada Sabtu lalu. Barkah Nawa Saputra (24) alias Wawa alias Robot yang ditangkap di rumahnya di Jalan Kentingan RT 02, RW 11, Jebres, Jawa Tengah. Triyatano (29) yang ditangkap di Pasar Harjodaksino.

Arif Pamungkas (18) alias Anggri yang sempat melarikan diri dari Solo hingga akhirnya ditangkap di perbatasan Desa Cobra dengan Desa Bloyang, Kecamatan Belimbing Hulu, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, hari Minggu lalu.

Joko Tri Priyanto (45) alias Joko Jihad alias Joko Parkit. Ia ditangkap di Mondokan, Kampung Laweyan, Surakarta, hari Minggu lalu.

Dan yang terakhir Wendy Febriangga alias Hasan (30), yang ditangkap sesaat setelah ia mendarat di Pelabuhan Pantoloan, Palu, Sulawesi Tenggara, Kamis lalu. Wendi mengaku kabur dari Solo, lalu naik kapal dari Surabaya, Jawa Timur hingga ke Palu. [mvi]

Tag :

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.