Rabu, 20 Agustus 2014 | 15:48 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Satu Tersangka Teroris Dijerat Pasal Pidana
Headline
Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar - inilah.com/Wirasatria
Oleh: Renny Sundayani
nasional - Senin, 1 Oktober 2012 | 13:04 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Kepolisian menetapkan satu dari sembilan tersangka teroris yang menamakan kelompok Al Qaeda Indonesia dijerat dengan Undang-Undang hukum pidana. Hal itu karena tersangka yang bernama Fajar (18) masih di bawah umur.

Sementara delapan tersangka lainnya dijerat undang-undang tindak pidana terorisme. "Satu orang tersangka berinisial F dikenakan hukum acara pidana sebagaimana diatur dalam KUHP yang masih berumur 18, sementara delapan tersangka lainnya dikenai kategori dewasa dikenakan pasal 15 Undang-undang Tindak Pidana Terorisme tahun 2003 yang hukum acaranya memang agak berbeda," kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Senin (1/10/2012).

Boy mengatakan, sembilan dari tersangka teroris yang menamakan kelompoknya Al Qaeda Indonesia, kini sudah dilakukan penahanan. "Delapan orang tersangka ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok dan satu lagi Fajar ditahan di Sulawesi Tengah," kata Boy.

Selain itu, Boy juga menambahkan, untuk tersangka Wendi alias Hasan yang tertangkap belakangan, saat ini masih dalam tahap pengembangan.

"Wendi alis Hasan yang tertangkap belakangan masih dikembangkan di daerah, di mana yang bersangkutan diduga sebagai salah satu perakit bahan peledak atau termasuk yang juga ikut aktif ketika pelatihan teror dibuat saudara Santosa. Sementara Santoso masih DPO sampai saat ini," kata dia.

Seperti diketahui, Densus 88 Antiteror Mabes Polri berhasil menangkap sembilan orang yang diduga anggota teroris dan mengaku sebagai kelompook Al Qaeda Indonesia di Solo, Poso, dan Kalimantan pada akhir pekan lalu.

Mereka yang ditahan adalah Badri Hartono Alias Toni (45) yang ditangkap di Jalan Belimbing, depan Masjid Al-Huda, Solo, Sabtu pekan lalu. Badri pemimpin jaringan kelompok Al Qaeda Indonesia.

Rudi Kurnia Putra (45) alias Pak Tuwek. Rudi ditangkap di depan Solo Square begitu turun dari bis asal Cilacap, Sabtu lalu.

Kamidi (43), ditangkap di rumahnya di Desa Griyan RT 07 RW 10, Kelurahan Pajang, Solo, Sabtu lalu. Di rumahnya juga ditemukan sejumlah bahan peledak.

Kamidi ada Fajar Novianto (18) yang masih duduk di bangku sekolah. Ia ditangkap di Solo, juga pada Sabtu lalu. Barkah Nawa Saputra (24) alias Wawa alias Robot yang ditangkap di rumahnya di Jalan Kentingan RT 02, RW 11, Jebres, Jawa Tengah. Triyatano (29) yang ditangkap di Pasar Harjodaksino.

Arif Pamungkas (18) alias Anggri yang sempat melarikan diri dari Solo hingga akhirnya ditangkap di perbatasan Desa Cobra dengan Desa Bloyang, Kecamatan Belimbing Hulu, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, hari Minggu lalu.

Joko Tri Priyanto (45) alias Joko Jihad alias Joko Parkit. Ia ditangkap di Mondokan, Kampung Laweyan, Surakarta, hari Minggu lalu.

Dan yang terakhir Wendy Febriangga alias Hasan (30), yang ditangkap sesaat setelah ia mendarat di Pelabuhan Pantoloan, Palu, Sulawesi Tenggara, Kamis lalu. Wendi mengaku kabur dari Solo, lalu naik kapal dari Surabaya, Jawa Timur hingga ke Palu. [mvi]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER